REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Taylor Swift mengambil langkah hukum untuk melindungi identitasnya dari penyalahgunaan kecerdasan buatan (Al) dengan mengajukan tiga permohonan merek dagang di Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap maraknya konten deepfake yang meniru suara dan citra figur publik.
Dalam dokumen yang diajukan, salah satu permohonan mencakup gambar Swift saat tampil dalam tur "Eras Tour". Sementara dua permohonan lainnya berisi rekaman suara dirinya yang mengucapkan "Hey, it's Taylor" dan "Hey, it's Taylor Swift", yang sebelumnya digunakan untuk mempromosikan album terbaru The Life of a Showgirl.
Swift diketahui telah beberapa kali menjadi target penyalahgunaan Al. Dilansir laman NME, Selasa (28/4/2026), Swift pernah menjadi korban gambar manipulatif yang viral dari forum 4chan hingga konten buatan Al bertema 'Swifties for Trump' yang pernah dibagikan oleh Donald Trump.
Swift bukan satu-satunya figur publik yang mengambil langkah serupa. Aktor Matthew McConaughey juga telah lebih dulu mendaftarkan suaranya sebagai merek dagang untuk mencegah penggunaan Al tanpa izin.