Selasa 28 Apr 2026 17:24 WIB

Ketika Penumpang Perempuan Pilih 'Mengungsi' ke Gerbong Campur

Endah memilih masuk ke gerbong campur saat berangkat kerja hari ini.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
 Sejumlah penumpang berdiri di garis antrean penumpang saat menunggu KRL (ilustrasi). Setelah tabrakan maut KRL, Endah lebih memilih menaiki gerbong campur untuk sementara.
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Sejumlah penumpang berdiri di garis antrean penumpang saat menunggu KRL (ilustrasi). Setelah tabrakan maut KRL, Endah lebih memilih menaiki gerbong campur untuk sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyisakan trauma mendalam. Bukan hanya bagi korban, namun juga para perempuan yang selalu menggunakan KRL untuk bekerja dan beraktivitas.

Endah Anggraeni (40 tahun), yang bekerja sebagai Marketing Engineer di PT Mechtron Mastevi Indonesia, menjadi salah satu yang merasakan dampak psikologis dari insiden itu. Tinggal di kawasan Mangga Besar, ia sehari-sehari mengandalkan KRL untuk menemui klien di Tangerang, Parung Panjang hingga Rangkas Bitung.

Baca Juga

"Jujur iya cemas banget, apalagi aku emang sehari-hari kalau kerja pakai KRL. Biar cepet, nggak macet," kara Endah kepada Republika, Selasa (28/4/2026).

photo
Warga melihat daftar nama korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap. Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh. - (Republika/Prayogi)

 

Selama ini, Endah mengaku selalu memilih gerbong kereta khusus perempuan saat menaiki KRL. Selain karena kenyamanan, Endah mengaku merasa lebih aman dari ancaman pelecehan seksual yang lebih mungkin terjadi di gerbong campur.

Namun setelah insiden keelakaan semalam, Endah mengaku takut dan khawatir duduk di gerbong khusus perempuan. Karenanya, hari ini dia memilih untuk menaiki gerbong campur saat hendak berangkat kerja.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

 

"Gara-gara kejadian semalem aku nggak mau dulu naik di gerbong perempuan, jadi mungkin ya untuk sementara bakal naik gerbong yang campur aja. Meski memang harus hati-hati karena mungkin ada risiko pelecehan," kata Endah.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement