Selasa 28 Apr 2026 10:02 WIB

Arab Saudi Gelar Pameran Seni di Venesia, Soroti Evolusi Peta Dunia

Pameran ini menghadirkan perpaduan peta historis, artefak, serta karya seni kontempor

Eva & Franco Mattes, My Little Big Data, 2019 Video (24 menit). Karpet kustom dimensi bervariasi. Salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran seni bertajuk A Necessary Fiction, Maps, Art, and Models of Our World di Venice, Italia, pada 6 Mei hingga 22 November 2026.
Foto: Delfino Sisto Legnani and Melania Dalle Grave
Eva & Franco Mattes, My Little Big Data, 2019 Video (24 menit). Karpet kustom dimensi bervariasi. Salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran seni bertajuk A Necessary Fiction, Maps, Art, and Models of Our World di Venice, Italia, pada 6 Mei hingga 22 November 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, VENESIA -- Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kebudayaan mengumumkan penyelenggaraan pameran seni bertajuk "A Necessary Fiction: Maps, Art, and Models of Our World" di Venice, Italia. Pameran ini akan berlangsung mulai 6 Mei hingga 22 November 2026 di Abbazia di San Gregorio, bertepatan dengan gelaran La Biennale di Venezia ke-61.

Dipimpin oleh kurator Sara Almutlaq dan Aurora Fonda, bersama kurator asosiasi Zaira Carrer dan Amina Diab, pameran ini menghadirkan perpaduan peta historis, artefak, serta karya seni kontemporer. Koleksi yang ditampilkan mencakup rentang waktu panjang, dari abad ke-13 hingga era modern, termasuk karya-karya baru yang dikurasi khusus.

Baca Juga

Pameran ini mengajak pengunjung menelusuri bagaimana manusia memaknai dunia melalui peta. Tidak hanya sebagai alat navigasi, peta juga dipandang sebagai representasi imajinasi, mitologi, hingga interpretasi ilmiah dari berbagai zaman. Dalam konteks tersebut, pameran ini menampilkan dialog antara peta kuno dan karya seni modern yang mencerminkan dinamika pemahaman manusia terhadap ruang dan identitas.

Sejumlah peta dari era awal modern yang dipinjam dari institusi global turut ditampilkan, berdampingan dengan artefak dari Semenanjung Arab, seperti pembakar dupa dan manuskrip dekoratif abad ke-18. Koleksi ini menunjukkan jejak panjang interaksi budaya dan perdagangan yang membentuk kawasan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement