Ahad 26 Apr 2026 08:34 WIB

Meta Umumkan PHK Besar-besaran, Targetkan 8.000 Karyawan dan Hapus 6.000 Posisi

PHK ini menandai gelombang pemangkasan tenaga kerja besar pertama Meta sejak 2023.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Logo Meta. Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan serta menghapus 6.000 posisi yang masih lowong.
Foto: EPA-EFE/META HANDOUT
Logo Meta. Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan serta menghapus 6.000 posisi yang masih lowong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan serta menghapus 6.000 posisi yang masih lowong. Kebijakan ini diambil di tengah pergeseran perusahaan menuju pengembangan kecerdasan buatan (Al).

Keputusan tersebut disampaikan melalui memo internal oleh Kepala Sumber daya manusia Meta, Janelle Gale. Dalam memo itu, Gale menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi perusahaan sekaligus mengimbangi peningkatan investasi di berbagai bidang, khususnya Al. PHK dijadwalkan mulai berlaku pada 20 Mei.

Baca Juga

photo
Kelompok aktivis SUMOFUS.org menampilkan bongkahan es seberat 5.000 pon dengan logo Facebook untuk memprotes apa yang mereka sebut peran Facebook dalam mempromosikan informasi yang salah tentang iklim di National Mall di Washington, DC, AS, 04 November 2021. Pada 28 Oktober, Facebook mengubah nama perusahaannya menjadi Meta. - (EPA-EFE/JIM LO SCALZO)

 

"Ini bukan keputusan yang mudah dan berarti kami harus melepas orang-orang yang telah memberikan kontribusi berarti selama bekerja di Meta," tulis Gale dalam memo seperti dilansir laman Variety, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan laporan perusahaan, hingga akhir 2025 Meta memiliki total 78.865 karyawan yang tersebar di lebih dari 90 kota di seluruh dunia. Pengurangan tenaga kerja ini menjadi salah satu langkah signifikan dalam restrukturisasi operasional perusahaan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement