REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Varises sering kali dianggap sebagai masalah estetika semata urat menonjol di kaki yang mengganggu penampilan. Padahal, kondisi ini merupakan tanda adanya gangguan pada sistem pembuluh darah vena dan bisa berkembang menjadi masalah serius bila diabaikan.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Emanoel Oepangat, varises adalah bagian dari penyakit vena kronis yang mencerminkan adanya gangguan aliran balik darah di tungkai bawah. Menurutnya, varises adalah kondisi progresif yang semakin sulit diatasi jika dibiarkan terlalu lama.
"Banyak pasien baru datang ketika sudah muncul keluhan nyeri, bengkak, atau luka di kaki. Penanganan sejak dini bisa mencegah komplikasi serius seperti insufisiensi vena kronis, ulkus, hingga trombosis vena dalam (DVT)," kata dr Emanoel dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (15/4/2026).
Varises bisa dialami siapa saja, baik wanita maupun pria. Data dari Journal of Vascular Surgery dan World Health Organization (WHO) mencatat bahwa prevalensi varises mencapai sekitar 25 persen pada wanita dan 10-15 persen pada pria di seluruh dunia.
Pada pria, gejala varises umumnya berupa rasa berat pada tungkai, nyeri tumpul setelah berdiri lama, pembengkakan di pergelangan kaki, serta munculnya vena menonjol atau berliku di permukaan kulit. Kondisi ini kerap dijumpai pada pria dengan pekerjaan yang menuntut berdiri lama atau terlalu lama duduk.
"Pria yang bekerja sebagai petugas keamanan, tenaga medis, atau pekerja pabrik, serta pengemudi atau pekerja kantoran berisiko terkena varises," kata dia.