Rabu 15 Apr 2026 10:59 WIB

Soroti Pelecehan di FH Ul, dr Tirta: Jangan Normalisasi Candaan Mesum

Candaan bernuansa seksual dinilai seharusnya tidak dinormalisasi.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Dokter sekaligus influencer dr Tirta Mandira Hudhi. Dia mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan candaan seksis maupun mesum, termasuk di dalam grup percakapan privat.
Foto: Republika/Gumanti Awaliyah
Dokter sekaligus influencer dr Tirta Mandira Hudhi. Dia mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan candaan seksis maupun mesum, termasuk di dalam grup percakapan privat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Tirta Mandira Hudhi, atau akrab disapa dr Tirta, mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan candaan seksis maupun mesum, termasuk di dalam grup percakapan privat. Hal ini disampaikan setelah mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal melalui grup chat oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Menurut dia, candaan bernuansa seksual seharusnya tidak dinormalisasi, baik di ruang publik maupun privat seperti grup WhatsApp atau Line. Menurutnya, kebiasaan ini dapat terbawa hingga dewasa dan berpotensi membentuk pola pikir serta perilaku yang tidak sehat.

Baca Juga

"Terkait kasus rame-rame di grup chat. Hikmah yang diambil, tolong biasakan jangan bercandaan mesum, karena bercandaan tersebut akan menjadi kebiasaan yang dlibawa terus menerus sampai dewasa,"kata dr Tirta dalam unggahannya di X, dikutip pada Rabu (15/4/2026).

la juga mengingatkan pentingnya kontrol diri, terutama dalam hal dorongan seksual. "Kalau ngac*ngan itu dikontrol. Mau grup WhatsApp kek, grup Line. Intinya, jangan normalisasi guyonan mesum," kata dr Tirta.

photo
Media sosial (ilustrasi) - (www.freepik.com)

 

Dia juga menyoroti dampak jangka panjang dari perilaku tersebut. Menurutnya, kebiasaan berbicara seksis atau mesum bisa ditiru oleh generasi berikutnya termasuk anak-anak.

"Nanti ditiru anakmu mumet koe ndul," kata dr Tirta.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement