REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Tirta Mandira Hudhi, atau akrab disapa dr Tirta, mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan candaan seksis maupun mesum, termasuk di dalam grup percakapan privat. Hal ini disampaikan setelah mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal melalui grup chat oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Menurut dia, candaan bernuansa seksual seharusnya tidak dinormalisasi, baik di ruang publik maupun privat seperti grup WhatsApp atau Line. Menurutnya, kebiasaan ini dapat terbawa hingga dewasa dan berpotensi membentuk pola pikir serta perilaku yang tidak sehat.
"Terkait kasus rame-rame di grup chat. Hikmah yang diambil, tolong biasakan jangan bercandaan mesum, karena bercandaan tersebut akan menjadi kebiasaan yang dlibawa terus menerus sampai dewasa,"kata dr Tirta dalam unggahannya di X, dikutip pada Rabu (15/4/2026).
la juga mengingatkan pentingnya kontrol diri, terutama dalam hal dorongan seksual. "Kalau ngac*ngan itu dikontrol. Mau grup WhatsApp kek, grup Line. Intinya, jangan normalisasi guyonan mesum," kata dr Tirta.
Dia juga menyoroti dampak jangka panjang dari perilaku tersebut. Menurutnya, kebiasaan berbicara seksis atau mesum bisa ditiru oleh generasi berikutnya termasuk anak-anak.
"Nanti ditiru anakmu mumet koe ndul," kata dr Tirta.