Selasa 14 Apr 2026 10:08 WIB

Pendaki Senior Bagikan Pengalaman Aman Bawa Anak Mendaki Gunung

Proses mengajak anak mendaki gunung perlu dilakukan secara bertahap.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Ilustrasi pendaki gunung. Membawa anak termasuk saat masih bayi atau balita dinilai tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan persiapan matang dan bertahap.
Foto: Republika/Daan Yahya
Ilustrasi pendaki gunung. Membawa anak termasuk saat masih bayi atau balita dinilai tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan persiapan matang dan bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendaki gunung senior, Imam Subekti, menanggapi insiden bayi perempuan yang mengalami hipotermia saat diajak orang tuanya mendaki gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya, hal ini mungkin dipicu oleh persiapan orang tua yang tidak matang.

Imam berpendapat, membawa anak termasuk saat masih bayi atau balita, sebenarnya tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan persiapan matang dan bertahap. la beserta istri yang juga merupakan pendaki gunung, pun sering membawa ketiga buah hatinya mendaki sedari usia dini.

Baca Juga

"Sebenarnya sih nggak masalah mendaki gunung membawa anak balita. Saya pun sering melakukannya dan Alhamdulillah sudah berpengalaman, bahkan nggak cuma bawa 1 anak, 3 anak saya sudah saya kenalkan ke gunung sejak masih usia 1-2 bulan," kata lmam saat dihubungi Republika, Senin (13/4/2026).

Namun, ia menekankan bahwa proses tersebut tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui proses adaptasi. Pertama, dimulai dengan mengenalkan anak pada udara dingin pegunungan semisal melalui kegiatan camping dengan perlengkapan yang aman seperti jaket, tenda, dan selimut khusus.

photo
Sejumlah anggota SAR dan relawan beristirahat di posko pencarian setelah melakukan penyisiran di kawasan hutan lereng Gunung Ungaran. - (Bowo Pribadi)

 

Jika anak sudah terbiasa, tahap berikutnya adalah trekking ringan di lokasi seperti bukit atau air terjun dengan jalur yang tidak terlalu sulit. Setelah itu, barulah anak dapat diajak ke gunung dengan medan yang lebih menantang, dengan catatan tetap dalam pengawasan dan kesiapan penuh.

"Kalau sudah terbiasa berjalan dan trekking, baru coba naik gunung yang tidak terlalu sulit atau yang sudah kita kuasai. Kalau perlu didampingi tim backup atau guide," ujar Imam.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement