REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Fanny Ghassani membintangi film drama arahan Pritagita Arianegara berjudul Kupeluk Kamu Selamanya. la mengaku memiliki kedekatan emosional dengan cerita yang diangkat, terutama saat melihat sosok ibu tunggal yang digambarkan melalui karakter Naya (Hana Malasan).
Menurut Fanny, penggambaran karakter Naya dalam film tersebut terasa realistis. Pengalaman pribadi sebagai anak dari keluarga broken home yang dibesarkan oleh seorang ibu tunggal membuatnya memahami perjuangan Naya.
"Kebetulan aku itu anak broken home, dari kecil aku tinggal bareng ibu. Jadi pas main film ini, aku ngerti banget bagaimana seorang single mom itu akan melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan anak agar bisa hidup layak," kata Fanny saat diwawancara di kantor Republika, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).
Menurut Fanny seorang ibu memiliki tanggung jawab besar, terlebih bagi ibu tunggal yang harus menjalankan peran ganda sekaligus. la pun berpesan agar para ibu tunggal tetap kuat serta peduli terhadap diri sendiri.
"Semoga ibu tunggal di luar sana bisa selalu kuat. Tapi di saat bersamaan kamu juga berhak merasakan emosi, baik itu sedih, menyesal, bahagia, apapun yang kamu rasakan itu valid. Karena ibu juga manusia," kata Fanny.
Di film Kupeluk Kamu Selamanya, Fanny memerankan karakter Sheila, seorang yatim piatu yang tumbuh menjadi perempuan sukses dan independen. Kehidupan mandirinya kemudian berubah ketika ia jatuh cinta dan menikah dengan Bagaskara yang diperankan Ibnu Jamil. Bagaskara merupakan seorang duda yang masih berjuang memperebutkan hak asuh anak.
Menurut Fanny, karakter Sheila justru menjadi penyejuk di tengah konflik yang terjadi antara Bagaskara dan mantan istrinya Naya (Hana Malasan). la menilai tokoh Sheila tidak memperkeruh keadaan, melainkan berusaha menenangkan dengan kelembutannya.
"Biasanya konflik itu istri dan mantan istri, gitu ya, tapi Sheila ini beda. Dia itu malah jadi penyejuk dan penengah gitu di antara Bagaskara dan Naya," kata Fanny.