Jumat 20 Mar 2026 09:45 WIB

Lebaran Jadi Momen Tepat Membentuk Mental Anak, Ini Kata Pakar

Orang tua bisa memanfaatkan momen Lebaran untuk menanamkan nilai empati dan disiplin.

Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta, Prof. Susanto, mengatakan Lebaran bukan hanya perayaan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan menanamkan karakter dan membentuk mental anak yang tangguh. (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta, Prof. Susanto, mengatakan Lebaran bukan hanya perayaan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan menanamkan karakter dan membentuk mental anak yang tangguh. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta, Prof. Susanto, mengatakan Lebaran bukan hanya perayaan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan menanamkan karakter dan membentuk mental anak yang tangguh.

"Salah satu pembiasaan utama adalah mengajarkan anak untuk meminta dan memberi maaf dengan tulus. Tidak sekadar mengucapkan kata 'maaf', tetapi juga memahami maknanya," kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (20/3/2026).

Baca Juga

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017–2022 itu, orang tua perlu menjadi teladan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sikap rendah hati dan pemaaf.

Dia lalu mengatakan Lebaran juga menjadi momen tepat untuk menumbuhkan empati melalui kegiatan berbagi.

Menurut Susanto, ketika anak dilibatkan dalam zakat atau sedekah, mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya tentang menerima, tetapi juga memberi. Nilai ini akan membentuk kepekaan sosial dan menjauhkan anak dari sikap egois.

Kemudian, di tengah suasana penuh hadiah dan kesenangan, orang tua juga perlu melatih anak agar tidak selalu menuruti keinginan. Mengajarkan anak untuk memilih, menunda, dan bahkan menabung dari apa yang mereka terima akan membantu membangun pengendalian diri.

"Inilah fondasi penting dari mental tangguh, mampu mengelola keinginan, bukan dikuasai oleh keinginan," katanya.

Tradisi silaturahmi saat Lebaran pun memiliki peran besar dalam membentuk karakter. Anak belajar menyapa, bersikap sopan, dan berinteraksi dengan berbagai orang.

"Dari sini tumbuh rasa percaya diri sekaligus kemampuan sosial yang baik. Nilai adab seperti ini sangat ditekankan dalam ajaran Alquran dan Hadits sebagai bagian dari akhlak mulia," kata Ketua Umum Asosiasi Akademisi Pendidikan Tinggi Seluruh Indonesia (Asadiktisi) itu.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi