Selasa 10 Mar 2026 09:23 WIB

Pemudik Motor Diimbau Nggak Ubah Kendaraan Jadi 'Gudang Berjalan' Saat Mudik

Para pemudik dianjurkan bersikap jujur terhadap kondisi fisik masing-masing.

Sejumlah pemudik bersepeda motor melintas di Kalimalang, Jakarta, Jumat (28/3/2025). Pemudik dengan motor diimbau tidak membawa barang berlebihan.
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah pemudik bersepeda motor melintas di Kalimalang, Jakarta, Jumat (28/3/2025). Pemudik dengan motor diimbau tidak membawa barang berlebihan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada satu hal yang sering kali luput dari perhatian saat perjalanan mudik yaitu kapasitas beban kendaraan. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengingatkan pengendara roda dua untuk tidak mengubah motor mereka menjadi "gudang berjalan" dengan membawa barang-barang secara berlebihan atau overload

"Kami mengimbau untuk memperhatikan yang pertama barang bawaan dan juga keluarga yang dibawa, tidak overload, sesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, saat ditemui di Jakarta, Senin (10/3/2026).

Baca Juga

Komarudin juga menyebutkan jika nantinya ditemukan pemudik yang membawa barang berlebihan di jalan, akan diberi tindakan oleh anggota di lapangan. "Sebaran pos-pos kami nanti akan memantau, mulai dari pos pelayanan, pos pengamanan, pos terpadu sampai dengan pos pantau ini akan memantau seluruh aktivitas masyarakat," kata dia.

Masyarakat yang menggunakan roda dua sebagai kendaraan mudik dianjurkan memanfaatkan sebaran pos pengamanan dan pos pelayanan untuk sekedar berhenti sejenak. Namun, dia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan mudik gratis dibandingkan dengan mudik menggunakan kendaraan roda dua.

photo
Sejumlah pemudik bersepeda motor melintas di Kalimalang, Jakarta, Jumat (28/3/2025). Volume kendaraan di jalur mudik Kalimalang mulai meningkat pada H-3 Lebaran 2025. Kendaraan roda dua terlihat bergerak menuju jalur Pantura dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Selain membawa barang bawaan yang beragam, banyak dari mereka juga menempelkan tulisan-tulisan lucu, sindiran, hingga curhatan di bagian belakang motor atau barang bawaannya. - (Republika/Prayogi)

 

"Beberapa pihak telah melaksanakan kegiatan mudik gratis, masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut. Termasuk juga dari PT KAI yang berencana juga akan ada pengangkutan kendaraan roda dua menggunakan kereta. Jadi mungkin bisa lebih nyaman, lebih aman pastinya," ujarnya.

Menurut dia, dibandingkan harus memaksakan perjalanan dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dengan menggunakan roda dua, mudik gratis mungkin perlu dipertimbangkan kembali. Ditambah dengan cuaca pada saat ini yang cukup tinggi risikonya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement