Ahad 08 Mar 2026 08:52 WIB

Hanung Bramantyo Ungkap Misi Kemanusiaan di Balik Pendirian Masjid Salim Kamil Jagakarsa

Setelah pembangunan dua tahun, Masjid Salim Kamil kini sudah bisa digunakan.

Sutradara Hanung Bramantyo. Bagi Hanung, Masjid Salim Kamil di Jakarta, Jakarta Selatan, merupakan sebuah karya monumental sepanjang kariernya.
Foto: Dok. Republika/Qommarria Rostanti
Sutradara Hanung Bramantyo. Bagi Hanung, Masjid Salim Kamil di Jakarta, Jakarta Selatan, merupakan sebuah karya monumental sepanjang kariernya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini kehadiran bangunan yang tidak hanya disusun dari semen dan bata, melainkan dari kegelisahan seorang sineas. Sutradara Hanung Bramantyo, setelah dua dekade berkarya di balik lensa, menemukan satu "mahakarya" yang membuatnya merasa benar-benar utuh. Bukan film peraih piala festival, melainkan rumah ibadah yang didirikan bersama sang istri, Zaskia Adya Mecca, dan para donatur yaitu Masjid Salim Kamil.

Bangunan ini berdiri sebagai representasi visual dari perjalanan spiritual dan sosial pasangan selebritas tersebut, yang selama ini lebih banyak dikenal melalui layar kaca dan layar lebar. Hanung mengatakan proses pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar dua tahun.

Baca Juga

Sebagai sutradara yang dikenal perfeksionis, ia tidak membiarkan satu detail pun meleset. Kedisiplinannya di lokasi syuting terbawa hingga ke setiap sudut konstruksi. Baginya, setiap pilar, lekuk dinding, dan tata cahaya adalah bagian dari sebuah frame besar yang harus menyampaikan pesan kepada siapa pun yang datang.

photo
Masjid Salim Kamil di Jagakarsa, Jakarta Selatan. - (Dok. Instagram/@zaskiaadyamecca)

 

Tak jarang, ia melakukan "penyuntingan" langsung jika struktur bangunan tidak sesuai dengan rasa yang ia inginkan. Baginya, sebuah bangunan harus memiliki jiwa, sama seperti sebuah skenario yang harus bernapas di tangan pemainnya.

"Karena saya orang yang sangat detail jadi membuat rumah itu kayak membuat film. Jadi kalau ada yang perlu saya edit, saya edit. Jadi tukang-tukangnya juga saya 'jump cut' gitu kan? Kalau nggak sesuai sama detail yang pembangunannya yang saya mau, ya saya replace, saya ganti pemain. Saya ganti pemain aja," ujarnya saat ditemui di Jakarta pada Rabu (4/3/2026).

Masjid Salim Kamil bukanlah sekadar proyek estetika untuk memuaskan ego arsitektural. Hanung dan Zaskia membawa misi yang lebih dalam dari sekadar fisik bangunan yang megah. Mereka ingin mengubah paradigma tentang fungsi masjid di tengah masyarakat modern yang sering kali individualis.

photo
Aktris Zaskia Adya Mecca - (Republika/Putra M. Akbar)

 

Selama ini, ada masjid yang hanya berfungsi sebagai tempat ritual formal yang terkunci di luar waktu sholat. Namun, bagi keluarga ini, Ramadhan dan Lebaran tahun ini menjadi momentum emosional karena karya ini menghubungkan urusan duniawi dengan harapan surgawi. Ini adalah "warisan" yang mereka siapkan bukan hanya untuk publik, tetapi sebagai teladan bagi anak-anak mereka tentang arti memberi kembali kepada masyarakat.

"Ini adalah momentum kami Lebaran dan puasa yang membanggakan buat keluarga, buat saya, buat anak-anak keluarga, saya dan Saskia karena kami bisa berkarya bareng dan bukan hanya sekedar duniawi tapi surgawi," kata Hanung.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement