Senin 09 Feb 2026 17:05 WIB

PDPI Ungkap Empat Infeksi Paru Berbahaya yang Mengintai

Dokter mengingatkan ancaman flu burung hingga virus Nipah.

Warga menggunakan alat Spriometri untuk menilai fungsi paru-paru, di puskesmas Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat, Ahad (14/01/2024). Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Sumbar bersama pemerintah setempat melakukan pemeriksaan paru-paru gratis bagi warga yang terdampak erupsi Gunung Marapi sebagai antisipasi agar terhindar dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Warga menggunakan alat Spriometri untuk menilai fungsi paru-paru, di puskesmas Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat, Ahad (14/01/2024). Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Sumbar bersama pemerintah setempat melakukan pemeriksaan paru-paru gratis bagi warga yang terdampak erupsi Gunung Marapi sebagai antisipasi agar terhindar dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap empat penyakit infeksi paru-paru berat.

Mengacu pada laporan Disease Outbreak News dari World Health Organization (WHO) pada Desember 2025 serta Januari dan Februari 2026, ia mengatakan penyakit infeksi paru-paru berat yang mesti diwaspadai meliputi avian influenza atau flu burung, Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV), Super Flu, serta penyakit akibat infeksi virus Nipah.

Baca Juga

Dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi pada Senin (9/2/2026), ia menjelaskan selama 2023 hingga 2025 angka kematian akibat flu burung di enam negara di bawah WHO Western Pacific Office (WPRO) yang pernah melaporkan kasus flu burung mencapai 66,3 persen.

Ia mengatakan Indonesia termasuk negara dalam lingkup WPRO yang melaporkan angka kematian tinggi akibat flu burung, yakni 84 persen. Virus influenza penyebab flu burung yang beredar di wilayah kerja WHO WPRO meliputi H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, dan H10N5.

Data WHO WPRO per Januari 2026 menunjukkan kasus flu burung terakhir dilaporkan muncul di Kamboja pada 2025. Penyakit infeksi paru-paru kedua yang dinilai mesti diwaspadai ialah MERS CoV. Menurut laporan WHO pada Desember 2025, sebanyak 17 kasus MERS CoV muncul di Arab Saudi selama 2025.

“Tentu ini perlu menjadi perhatian kita juga, mengingat banyaknya jamaah umrah Indonesia dan kesiapan menghadapi musim haji tahun ini,” kata Prof. Tjandra.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement