REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilmuwan komputer yang dijuluki Godfather of Al, Geoffrey Hinton, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (Al) akan memicu gelombang baru kehilangan pekerjaan mulai 2026. Dalam wawancara terbaru, Hinton mengatakan Al akan memiliki kemampuan untuk menggantikan banyak sekali pekerjaan.
"Kita akan melihat Al menjadi semakin canggih. Saat ini saja sudah sangat hebat," kata Hinton seperti dilansir laman Bussiner Insider, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, Al saat ini sudah mampu menggantikan pekerjaan seorang call center, dan dalam waktu dekat akan menggantikan lebih banyak jenis pekerjaan lainnya. Hinton menekankan bahwa kemajuan Al semakin mengancam pekerjaan kerah putih.
"Sekitar setiap tujuh bulan, Al menjadi mampu mengerjakan tugas yang durasinya kira-kira dua kali lebih panjang. Kini Al berkembang dari hanya mampu mengerjakan satu menit penulisan kode menjadi proyek utuh yang memakan waktu sekitar satu jam," kata dia.
Dalam beberapa tahun ke depan, kata Hinton, Al akan mampu mengerjakan proyek rekayasa perangkat lunak yang memakan waktu berbulan-bulan. Pada titik itu, hanya akan dibutuhkan sangat sedikit pekerja manusia.
Hinton membandingkan pergeseran akibat Al ini dengan Revolusi Industri, yang membuat kekuatan fisik manusia tidak lagi menjadi faktor utama dalam sebagian besar pekerjaan. Menurutnya, Al kini mengancam melakukan hal serupa terhadap kecerdasan manusia.
la juga mengaku semakin khawatir karena perkembangan Al berjalan lebih cepat darì yang ia perkirakan, terutama dalam kemampuan bernalar dan menipu manusia. "Jika Al percaya bahwa Anda sedang berusaha menyingkirkannya, ia bisa membuat rencana untuk menipu Anda sehingga Anda tidak dapat menyingkirkannya," kata Hinton.
Peringatan Hinton sejalan dengan prediksi sejumlah ekonom yang memperkirakan terjadinya ledakan pengangguran (jobless boom) atau pertumbuhan ekonomi tanpa penciptaan lapangan kerja pada 2026. Ini berpotensi terjadi karena perusahaan memanfaatkan Al untuk meningkatkan produktivitas tanpa memperluas jumlah tenaga kerja.