REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemampuan untuk bersabar, menahan diri, dan menunggu merupakan keterampilan hidup fundamental yang perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini. Meskipun demikian, proses mendidik dan melatih kesabaran pada anak, terutama di tengah tuntutan serba cepat, sering kali menjadi tantangan tersendiri yang menguji kesabaran orang tua itu sendiri. Mengingat pentingnya keterampilan ini bagi perkembangan emosional dan sosial anak, orang tua perlu dibekali metode yang efektif dan menyenangkan.
Pendidik dari Rumah Main Cikal Kemang, Chindo Della, membagikan serangkaian tips praktis dan aplikatif bagi orang tua. Menurut dia, mengajarkan anak bersabar tidak harus terasa seperti tugas berat, melainkan dapat diintegrasikan melalui aktivitas harian dan permainan.
Berikut adalah empat cara menyenangkan yang disarankan untuk membantu orang tua melatih kesabaran anak di rumah:
1. Jadi panutan anak dalam menerapkan kesabaran
Fondasi utama dalam mendidik kesabaran adalah teladan langsung dari orang tua. Anak adalah peniru yang sangat ulung. Mereka menyerap dan mencontoh segala perilaku yang mereka lihat dari orang terdekatnya, terutama figur orang tua.
Oleh karena itu, jika orang tua menunjukkan reaksi yang tenang, tidak mudah marah, atau tidak bersikap agresif saat menghadapi situasi yang menguji, anak akan menginternalisasi pola respons yang sama. “Orang tua harus menjadi model bagi anak untuk belajar bersabar dan menunggu. Sebab, anak akan meniru apa yang orang tua lakukan,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id pada Selasa (16/12/2025). Sikap orang tua yang tenang dinilai dapat menjadi buku panduan terbaik bagi anak dalam mengelola emosi dan keinginan.