REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Tradisi mudik saat Lebaran 2025 menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh jutaan masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, di tengah sukacita perjalanan mudik, penting untuk tetap menjaga kesehatan, terutama mencegah risiko diare.
Diare menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering mengintai para pemudik, terutama karena perubahan pola makan dan sanitasi yang kurang terjaga selama perjalanan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau para pemudik untuk tidak lupa mencuci tangan untuk mencegah diare pada saat melakukan perjalanan mudik Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025.
"Supaya tidak masuk bakteri pada saat tubuh, kita lemah dan mudah sakit, kalau misalnya mau makan itu diusahakan mencuci tangan, selain itu juga makan bareng-bareng terus tangannya ngambil di nasi dalam satu nasi bungkus dipakai berlima maka jangan lupa cuci tangan," katanya usai meninjau Pelabuhan Merak, Cilegon, Rabu (26/3/2025).
Menurutnya, mencuci tangan itu sebagai upaya untuk mencegah bakteri masuk yang dapat menyebabkan diare. Sehingga dikhawatirkan akan mengganggu perjalan mudik.
"Mencret-mencret nanti bukannya sampai kampung halaman, malah mesti ke rumah sakit karena diare. Karena saya mendapatkan laporan sudah ada dua pemudik yang sakit," kata dia.
Pihaknya juga mengimbau para pemudik untuk beristirahat setiap lima jam sekali untuk mencegah kecelakaan saat melakukan perjalanan mudik. "Kecelakaan itu bisa kita hindari asalkan sopir setiap lima jam istirahat 15-30 menit. Agar tidak lelah pada saat perjalanan mudik," ujarnya.
Selain itu, masalah kesehatan lainnya yakni penyakit seperti influenza, darah tinggi, nyeri kepala, hingga nyeri otot. Sehingga pemudik juga diimbau untuk bisa memanfaatkan pos layanan kesehatan gratis yang telah disiapkan oleh pemerintah dan tersebar di berbagai titik.