Selasa 02 Apr 2024 19:46 WIB

Lelah Saat Mudik? Istirahat dengan Meluruskan Tubuh Empat Jam, Ini Manfaatnya

Pemudik yang mengendarai kendaraan pribadi dianjurkan untuk beristirahat.

Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Jalur Selatan, Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Foto: Antara/Adeng Bustomi
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Jalur Selatan, Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta Neni Herlina Rafida menganjurkan pemudik, khususnya pengemudi kendaraan pribadi, untuk beristirahat sembari meluruskan tubuh setidaknya setiap empat jam sekali, selama perjalanan demi tetap terjaganya kesehatan tubuhnya.

"Tubuh harus lurus, demi mencegah terjadinya kaku di otot area tulang belakang. Kadang-kadang orang mengabaikan, hanya di mobil, kursi dibuat sandaran tetapi tidak lurus (tubuhnya)," ujar dia yang menjabat sebagai Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja Muda di Dinas Kesehatan DKI Jakarta itu dalam seminar daring, di Jakarta, Selasa (2/4/2024). 

Baca Juga

Neni mengatakan duduk dalam posisi yang lama bisa menekan otot tulang belakang dan kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam beberapa tahun mendatang seperti munculnya sakit pada punggung dan kaki kebas atau mati rasa.

Oleh karena itu, lanjutnya, khusus pemudik yang duduk lama termasuk menyetir sendiri kendaraan dan tujuan mudik ditempuh dalam waktu relatif panjang misalnya 15-20 jam, maka disarankan beristirahat setidaknya setiap empat jam selama satu hingga dua jam di pos-pos kesehatan yang tersedia agar tetap sehat selama mudik.

 

Selain beristirahat, imbuh dia, pemudik juga perlu melakukan peregangan tubuh selama 10-15 menit dari kepala sampai kaki, misalnya menengok ke arah kanan dan kiri masing-masing selama delapan hitungan, kemudian menggerakkan tangan ke atas selama delapan hitungan serta menekuk dan meluruskan kaki sebanyak delapan hitungan.

"Sebisa mungkin cari pos kesehatan terdekat, biasanya di 'rest' area sudah banyak dan bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Yang tidak kalah penting lakukan juga peregangan agar otot tidak kaku," kata dia.

Kemudian, demi menjaga kesehatan selama mudik, Neni mengingatkan calon pemudik untuk beristirahat minimal selama enam jam sebelum berangkat, serta memastikan kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi melalui makanan saat berbuka puasa dan sahur.

Dia juga menganjurkan calon pemudik memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang mengandung air demi menjaga hidrasi tubuh atau ion dikelilingi molekul air sehingga cairan tubuh terjaga. Selain itu, imbuh dia, memastikan untuk mencukupi kebutuhan air minum harian yakni minimal delapan gelas per hari.

"Saat sahur harus konsumsi lebih banyak sayur dan buah karena mampu membantu mengembalikan hidrasi tubuh. Cukup minum minimal delapan gelas atau dua liter," katanya. 

Sementara itu, survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan mencatat potensi pergerakan nasional pada Lebaran 2024 mencapai 71,7 persen dari penduduk Indonesia atau 193,6 juta. Angka ini naik sekitar 56 persen dari angka potensi pergerakan di Lebaran tahun lalu yakni 123,8 juta.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement