Selasa 26 Mar 2024 15:19 WIB

Mengenal Tradisi Bagi-Bagi Uang Saat Lebaran, Ternyata Begini Asalnya

Eidiyah dibagikan kepada anggota keluarga yang lebih muda setelah sholat Id.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Friska Yolandha
Warga membeli amplop lebaran di kawasan Pasar Asemka, Jakarta, Jumat (7/5/2021).
Foto: Indrianto Eko Suwarso/INASGOC/ANTARA
Warga membeli amplop lebaran di kawasan Pasar Asemka, Jakarta, Jumat (7/5/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran selalu dipenuhi dengan perayaan dan kemeriahan. Salah satunya adalah tradisi bagi-bagi uang.

Dilansir Doha News, Selasa (26/3/2024), Eidiyah atau Eidi, adalah uang yang diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah, daripada pemberian untuk menandai suatu peristiwa. 

Baca Juga

Biasanya Eidiyah dibagikan kepada para anggota keluarga yang lebih muda setelah sholat Idul Fitri, ketika anak-anak berkumpul di sekitar para orang tua untuk menerima uang mereka. Ini memberi mereka kebebasan dan pilihan untuk memutuskan apa yang akan dibeli sebagai hadiah untuk diri mereka sendiri. 

Tradisi Eidiyah yang populer telah diwariskan selama berabad-abad dari generasi-generasi yang lebih tua dan masih dipraktikkan secara luas hingga saat ini. Tradisi ini diyakini berasal dari Abad Pertengahan ketika khalifah-khalifah Fatimiyah biasa membagikan uang, permen, atau pakaian-pakaian kepada warga tua dan muda pada hari pertama Idul Fitri. Akibatnya, pada akhir periode Ottoman, istilah ini berkembang menjadi uang tunai yang diberikan kepada anak-anak oleh para orang tua dan kerabat mereka yang lebih tua.

Tetapi tindakan memberi sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW yang dikenal memberikan hadiah saat Idul Fitri. Dalam sebuah hadist Islam yang diriwayatkan oleh Aisha, Istri Nabi Muhammad SAW,  Nabi bersabda: “Bertukar hadiah-hadiah satu sama lain, karena mereka menghilangkan rasa sakit dari hati.” 

Meskipun kebiasaan ini tidak bersifat universal, namun kebiasaan ini menonjol di banyak budaya Muslim di seluruh dunia. Banyak keluarga juga memanfaatkan Eidiyah sebagai “hadiah” bagi anak-anak yang berhasil menyelesaikan puasa Ramadhan selama berbulan-bulan. 

Yang lain memberikannya sebagai tanda cinta dan penghargaan kepada para anggota keluarga muda selama perayaan. Namun, ada pula yang mengambil langkah lebih jauh dengan menggunakan Idul Fitri sebagai pelajaran keuangan bagi anak-anak di zaman modern. 

Lalu, apa saja dan  bagaimana dengan tradisi Lebaran yang ada di Indonesia? Sosiolog Nia Elvina mengatakan dia kira tradisi Lebaran yang paling utama adalah berkumpul bersama keluarga besar atau dengan kata lain memperkuat kembali tali persaudaraan dengan jalan saling memaafkan. 

Mudik juga salah satu....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement