Senin 25 Mar 2024 08:26 WIB

Jerawat dan Bibir Kering, Masalah Kulit Saat Berpuasa di Cuaca Ekstrem

Hindari paparan langsung matahari saat cuaca terik dan gunakan sunscreen.

Perkeja melindungi tubuh dari terik matahari menggunakan payung saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (18/12/2023). BMKG mengungkapkan fenomena suhu panas meningkat terjadi beberapa hari ini disebabkan oleh aktivitas dinamika atmosfer yang berdampak pada naik turunnya suhu permukaan laut sehingga potensi curah hujan rendah untuk wilayah Indonesia. Deputi Bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan potensi curah hujan rendah tersebut diketahui dari analisis kondisi iklim global.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Perkeja melindungi tubuh dari terik matahari menggunakan payung saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (18/12/2023). BMKG mengungkapkan fenomena suhu panas meningkat terjadi beberapa hari ini disebabkan oleh aktivitas dinamika atmosfer yang berdampak pada naik turunnya suhu permukaan laut sehingga potensi curah hujan rendah untuk wilayah Indonesia. Deputi Bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan potensi curah hujan rendah tersebut diketahui dari analisis kondisi iklim global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis kulit dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) menyatakan bahwa timbulnya jerawat hingga bibir menjadi kering menjadi permasalahan yang sering terjadi pada kulit saat menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca ekstrem. Hindari paparan langsung matahari saat cuaca terik.

“Kita dapat mengatasi dampak buruk perubahan cuaca terhadap kulit kita. Dengan menjaga barrier kulit, melindungi kulit dari sinar matahari, dan menggunakan produk perawatan yang tepat, kita dapat membantu kulit kita tetap sehat dan terawat meskipun di tengah perubahan cuaca yang ekstrem,” kata Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE kepada ANTARA di Jakarta, Ahad (24/3/2024).

Baca Juga

Arini menuturkan ketika berpuasa, kulit akan merasakan dehidrasi karena asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi akan berkurang selama berjam-jam. Hal tersebut menyebabkan kulit kering dan berpotensi memperburuk kondisi kulit yang sudah ada, misalnya kulit tampak tidak segar dan kusam, termasuk timbulnya jerawat.

Menurut dia, jerawat yang muncul di permukaan kulit dipengaruhi oleh adanya perubahan pola makan, pola hidup dan tingkat stres selama berpuasa. Misalnya di bulan Ramadhan, sering kali bermunculan banyak makanan manis yang sehari-hari tidak dikonsumsi seperti kolak, blewah, es campur dan aneka takjil lainnya.

Hal yang sama juga menjadi penyebab bibir kering yang dipicu oleh asupan air dan waktu istirahat yang kurang selama menjalankan ibadah puasa. Guna mencegah bibir semakin kering, ia menyarankan supaya masyarakat melakukan aktivitas fisik yang ringan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap lancar.

Arini kemudian membagikan sejumlah kiat-kiat yang dapat masyarakat ikuti dengan mudah agar kedua kondisi kulit itu tidak terjadi atau tidak semakin parah.

Langkah pertama, Arini menganjurkan agar masyarakat menggunakan tabir surya secara teratur. Dengan UVA dan UVB yang memadai harus digunakan setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau hujan, sebab paparan sinar UV masih dapat terjadi di bawah awan dan dapat menyebabkan kerusakan kulit.

Proteksi pada kulit juga bisa semakin diperketat dengan memakai pakaian pelindung yang menutupi sebagian besar bagian tubuh. Pilihlah pakaian yang berbahan ringan dan longgar untuk melindungi diri tanpa membuat kulit merasa terlalu panas.

Pada bagian wajah, kepala dan leher yang paling rentan terkena paparan sinar matahari, ada baiknya dilindungi dengan topi dengan tepi yang lebar atau kacamata hitam yang dapat melindungi area kulit di sekitar mata.

“Hindari paparan langsung matahari pada jam-jam terik. Jika memungkinkan, cari tempat teduh atau gunakan payung saat berada di luar ruangan,” katanya.

Kemudian ia menganjurkan masyarakat menjaga kelembaban kulit dengan menggunakan pelembab secara teratur untuk menjaga kelembapan kulit. Serta menghindari penggunaan sabun yang terlalu keras.

Sebab sabun yang mengandung bahan kimia keras dapat mengeringkan kulit, sehingga ia meminta masyarakat untuk memilih sabun yang lembut dan bebas pewangi untuk membersihkan kulit tanpa menghilangkan kelembapannya.

“Yang terpenting adalah pastikan untuk memperhatikan pola makan. Konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dan nutrisi penting lainnya, seperti buah-buahan, sayuran, dan Omega 3 yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam dan meminum air yang cukup,” katanya yang juga alumni Harvard Medical School itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement