Sabtu 10 Feb 2024 23:44 WIB

Titip Anak Saat Bekerja, Perhatikan Ini Dulu demi Keselamatan Buah Hati

Jangan memberikan kepercayaan begitu saja kepada orang lain untuk menjaga anak.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Orang tua menitipkan anak (ilustrasi). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menitipkan anak ke orang lain.
Foto: Dok Republika
Orang tua menitipkan anak (ilustrasi). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menitipkan anak ke orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada kalanya, orang tua harus bekerja dan menitipkan anak mereka yang masih kecil kepada orang lain. Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua demi menjaga keamanan anak selama dititipkan kepada orang lain.

Sejatinya, orang tua adalah pelindung pertama anak. Ketika orang tua berhalangan untuk menjalankan peran ini karena pekerjaan, mereka perlu mencari orang yang benar-benar bisa dipercaya untuk menjaga anak mereka sementara waktu.

Baca Juga

Biasanya, orang tua akan mempercayakan anak mereka kepada orang terdekat, seperti anggota keluarga lain, kekasih atau pasangan, teman, hingga tetangga. Orang-orang ini sering kali menjadi pilihan pertama karena orang tua menganggap bahwa orang-orang ini pasti akan menjadikan keselamatan anak mereka sebagai prioritas utama.

Sayangnya, asumsi pribadi ini bisa berpotensi membahayakan keselamatan anak. Perlu diingat bahwa pengasuhan anak yang tidak aman bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang-orang terdekat.

 

"Jangan memberikan kepercayaan begitu saja kepada seseorang hanya karena dia adalah pacar, tetangga, pasangan, atau anggota keluarga Anda," ungkap laman resmi CO4Kids yang dikelola oleh Departemen Layanan Kemanusiaan Colorado.

Oleh karena itu, orang tua yang perlu melakukan pertimbangan yang matang bila harus menitipkan anak mereka kepada orang lain. Orang yang diberikan kepercayaan ini sebaiknya sudah terbukti mampu menjaga dan memperlakukan anak dengan baik.

Ada beberapa kriteria yang dapat mengindikasikan bahwa seseorang bisa dipercaya untuk menjaga anak selama orang tua bekerja. Berikut ini adalah sebagian kriteria di antaranya:

1. Selalu memperlakukan anak-anak dengan baik.

2. Sabar dan tidak mudah marah ketika menghadapi anak yang tantrum.

3. Tidak memanggil anak-anak dengan nama yang buruk.

4. Tidak memiliki kebiasaan untuk melakukan //prank// atau menakut-nakuti anak hanya demi hiburan semata.

5. Bersedia untuk memberikan kabar secara berkala mengenai kondisi anak.

6. Tidak memiliki riwayat penyalahgunaan obat terlarang, senjata tajam, atau melakukan kekerasan verbal dan fisik.

7. Mampu membangun komunikasi yang baik dengan anak.

Orang tua juga perlu melakukan observasi terlebih dahulu mengenai cara orang tersebut berinteraksi dengan anak. Hindari orang-orang yang melakukan interaksi fisik secara berlebih dengan anak, seperti banyak menyentuh anak.

Perhatikan pula respons yang diberikan oleh anak kepada orang tersebut. Lihat apakah anak tampak nyaman atau justru merasa gugup, khawatir, dan cenderung menghindari interaksi dengan orang tersebut.

Bila anak sudah bisa diajak berbicara dengan lancar, coba ajak anak berbicara sebelum memutuskan untuk menitipkan sang anak kepada orang kepercayaan. Tanyakan kepada anak apakah dia merasa nyaman dan bersedia untuk dititipkan kepada orang tersebut selama orang tua bekerja atau tidak.

"Bila ada yang terasa tidak benar, dengarkan (intuisi itu), meski Anda tidak tahu apa yang terasa tidak benar," jelas Child Rescue Coalition, seperti dikutip melalui laman resminya pada Sabtu (10/2/24).

Selain menitipkan anak kepada orang terdekat atau orang kepercayaan, orang tua juga dapat mempertimbangkan opsi lain seperti menitipkan anak ke daycare atau tempat penitipan anak yang terpercaya. Tempat penitipan anak yang baik biasanya memiliki delapan kriteria berikut ini, seperti dilansir Babylist:

1. Mendapatkan banyak ulasan positif.

2. Mampu menyediakan lingkungan yang menstimulasi dan menyenangkan.

3. Mempunyai kurikulum yang menarik dan beragam.

4. Memiliki pegawai atau caregiver yang kompeten.

5. Memprioritaskan keamanan anak dalam berbagai aspek.

6. Memiliki rasio anak-pengasuh yang rendah, seperti 1 pengasuh per empat orang anak.

7. Menerapkan aturan dan kebijakan yang jelas secara konsisten.

8. Memiliki izin dan bila perlu terakreditasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement