Rabu 17 Jan 2024 17:01 WIB

Tiga Tips Perkuat Hubungan dengan Pasangan, Menurut Terapis

Cinta mungkin merupakan fondasi dari sebuah hubungan yang hebat.

Rep: Santi sopia/ Red: Friska Yolandha
Pasangan suami istri (ilustrasi). Berikut beberapa cara untuk memperkuat hubungan dengan pasangan.
Foto: www.rawpixel.com
Pasangan suami istri (ilustrasi). Berikut beberapa cara untuk memperkuat hubungan dengan pasangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menghadapi ujian dalam hubungan adalah hal wajar bagi setiap pasangan. Namun mempertahankan hubungan yang kuat dan tangguh membutuhkan lebih dari sekadar cinta, dan hal ini menuntut kesadaran upaya serta komitmen.

Clinton Power, seorang konselor hubungan dan terapis pernikahan mengatakan ada cara yang bis membantu pasangan untuk membangun hubungan lebih kuat. Menurut dia, rasa cinta juga membutuhkan komitmen untuk memperkuatnya.

Baca Juga

"Cinta mungkin merupakan fondasi dari sebuah hubungan yang hebat, namun jatuh cinta tidak cukup untuk membuatnya tetap kuat,” kata Power.

Dia berbagi kiat memperkuat hubungan tersebut melalui postingan Instagram sebagai berikut, seperti dilansir dari Indian Express, Rabu (17/1/2024).

 

1. Menavigasi konflik

Konflik pasti terjadi dalam hubungan apa pun, namun banyak pasangan terjebak dalam siklus penghindaran, alih-alih menghadapinya secara konstruktif. Dalam kasus seperti ini, komunikasi terbuka, mendengarkan secara aktif, dan menemukan titik temu menjadi sangat penting. 

"Konflik bukanlah akhir, ini adalah peluang untuk memperdalam hubungan Anda," kata Power.

Ketika mengalami perselisihan, Power menekankan penting untuk segera memperbaikinya dengan cara yang baik. Lebih cepat melakukan perbaikan adalah rahasia dalam mengelola konflik secara efektif. Namun, jika tidak memiliki keterampilan untuk melakukannya, dukungan dan bimbingan dari konselor hubungan mungkin bisa membantu.

Sidhharrth S Kumaar, pelatih hubungan, NumroVani, mengatakan bahwa menemukan waktu yang tepat untuk mendiskusikan perselisihan adalah hal yang penting. Pilihlah saat yang tepat untuk membicarakan konflik. "Hindari saat-saat ketika Anda berdua merasa cemas atau lelah. Suasana yang damai dan nyaman dapat membantu pemahaman dan pemecahan masalah yang lebih baik," kata dia.

Selain itu, kesampingkan ego dan bersikaplah fleksibel. Gunakan pernyataan “saya” dan komunikasikan emosi tanpa menyalahkan pasangan.

Hindari pula mengkritik.... 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement