Selasa 12 Dec 2023 17:30 WIB

Ini Isi Pesan Guru SD yang Bunuh Diri Sekeluarga, Ditujukan untuk Anaknya yang Hidup

Polisi memastikan kasus kematian satu keluarga ini termasuk bunuh diri.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Bunuh diri (ilustrasi)
Bunuh diri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kasus tewasnya satu keluarga di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jatim, menjadi keprihatinan. Jajaran Polres Malang pun telah olah tempat kejadian perkara (TKP) segera setelah mendapat laporan peristiwa tersebut.

Dari fakta-fakta yang ditemukan di lokasi, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat memastikan kasus kematian satu keluarga ini termasuk bunuh diri.

"Karena dari fakta yang kita temukan di TKP, rumah itu hanya memiliki satu pintu, satu akses keluar masuk. Memang ada jendela di bagian belakang tetapi setelah kami dekati dan cek, tidak ada kerusakan ataupun seperti pemaksaan buka gitu gak ada sama sekali," jelas Gandha saat dikonfirmasi Republika, Selasa (12/12/2023).

Tak hanya itu, polisi juga menemukan pisau di tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga kuat digunakan oleh korban bernama Wahab (37 tahun) untuk menyayat pergelangan tangan kiri.

Kemudian juga ditemukan gelas kosong berbau menyengat seperti obat nyamuk cair di sekitar mayat dua korban perempuan. Dua korban perempuan yang diyakini sebagai istri korban bernama Sulikha (35 tahun) dan anaknya berinisial ARE (13) ini ditemukan mengeluarkan busa di mulutnya.

Gandha menambahkan, pihaknya juga menemukan bekas bungkus obat anti nyamuk cair di tempat sampah sekitar dua mayat perempuan tersebut. Adapun terkait kemungkinan adanya pemaksaan minum atau tidak, pihaknya perlu mendalami lebih lanjut.

Terlebih tidak ada saksi...

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement