Selasa 07 Nov 2023 21:57 WIB

Demonstrasi di Rumania: Selamatkan Anak-Anak Gaza

Para demonstran mengenakan keffiyeh hitam-putih sambil meneriakkan yel-yel.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Didi Purwadi
Anak-anak Palestina yang terluka akibat serangan Israel menangis di luar rumah sakit di kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza selatan, Kamis, 12 Oktober 2023.
Foto: AP Photo/Hatem Ali
Anak-anak Palestina yang terluka akibat serangan Israel menangis di luar rumah sakit di kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza selatan, Kamis, 12 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelombang demonstrasi membela Palestina telah mewarnai sejumlah negara Eropa sepanjang pekan kemarin. Di ibu kota Rumania, ratusan orang berkumpul di pusat kota Bukares untuk memberikan dukungan terhadap Palestina.

Banyak demonstran yang melambaikan bendera Palestina. ‘’Mereka meneriakkan: ‘Selamatkan anak-anak Gaza’,’’ sebut laporan AP.

Dari Washington ke Milan hingga Paris, ribuan demonstran pro-Palestina berunjuk rasa sejak Sabtu hingga Ahad (4-5/11/2023). Mereka mengutuk aksi brutal militer zionis Israel yang ingin menghancurkan Gaza.

Di Paris, beberapa ribu pengunjuk rasa membawa bendera Palestina sambil menyerukan gencatan senjata segera di Gaza. Beberapa demonstran lainnya meneriakkan,"Israel, pembunuh!"

Warga Amerika Serikat juga menggelar aksi demonstrasi guna memberikan dukungan untuk Palestina. Mereka juga menentang kampanye militer AS yang terus berlanjut di Gaza. 

‘’Puluhan kantong mayat kecil berwarna putih dengan nama-nama anak-anak yang syahid oleh rudal Israel, berbaris di jalan dan para demonstran memegang tanda yang menyerukan gencatan senjata segera,’’ sebut laporan AP.

Para demonstran mengenakan keffiyeh hitam-putih sambil meneriakkan yel-yel: "Palestina akan bebas". Massa demonstran yang memenuhi Pennsylvania Avenue --jalan menuju Gedung Putih-- membentangkan bendera Palestina berukuran raksasa.

Unjuk rasa mencerminkan kegelisahan yang semakin meningkat tentang meningkatnya jumlah korban sipil dan penderitaan akibat perang Israel-Hamas. Para demonstran, terutama di negara-negara dengan populasi Muslim yang besar, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah mereka yang mendukung Israel. 

Sementara aksi pemboman Israel terhadap rumah sakit dan daerah pemukiman di jalur Gaza semakin intensif. Jumlah korban meninggal Palestina telah lebih dari 10.000 jiwa, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement