Jumat 22 Sep 2023 22:31 WIB

Hobi Kuliner, Jakarta Food Sketchers Berikan Tips Abadikan Makanan Lewat Gambar

Pentingnya memberikan narasi saat menyajikan hasil gambar.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Gita Amanda
Talkshow Food Sketch Ngider Makan Dari Halte Ke Halte di Islamic Book Fair (IBF) 2023 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2023).
Foto: Republika/Umi Nur Fadhilah
Talkshow Food Sketch Ngider Makan Dari Halte Ke Halte di Islamic Book Fair (IBF) 2023 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah komunitas seniman sketsa makanan yang telah memukau banyak orang dengan karya mereka, Jakarta Food Sketchers memberikan beberapa tips tentang bagaimana menggambar makanan agar terlihat lebih hidup.

Salah satu perwakilan dari Jakarta Food Sketchers, Arya Ramaniya mengatakan menggambar, terutama makanan itu bukan hal menakutkan. “Menggambar makanan itu nggak perlu begitu mirip aslinya. Jangan takut kalau miring-miring saat menggambar makanan,” kata Arya dalam talkshow Food Sketch Ngider Makan dari Halte ke Halte di Islamic Book Fair (IBF) 2023 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (22/9/2023).

Baca Juga

Arya menyarankan agar Anda tidak menggambar makanan dari foto karena bisa terdistraksi oleh cahaya. “Lebih enak datang sendiri dan nyobain sendiri makanannya,” ujar dia.

Tips pertama yang diberikan Arya adalah mengenai teknik yang digunakan untuk menggambar. Dia juga menekankan pentingnya menentukan durasi gambar, menambahkan narasi, menciptakan komposisi yang menarik, memperhatikan sumber cahaya, dan menjaga etika saat menggambar.

 

Seniman dari Jakarta Food Sketchers, Yanita Indrawati, menyarankan Anda untuk menggambar makanan on the spot di warung sehingga Anda bisa melihat dari mana cahaya masuk. “Pilih sumber cahaya yang lebih kuat, itu memudahkan kita dalam menggambar. Kalau cahaya kurang bagus, kita bisa sinari makanan. Cahaya itu penting agar gambar terlihat 3D,” kata Yanita.

Yanita juga berbagi tentang pentingnya menciptakan bayangan yang tepat pada makanan untuk menambah dimensi dalam gambar. Dia menjelaskan bahwa makanan yang terkena “cahaya” ada pantulan, misalnya makanan basah atau kuah, sehingga hasil akhir gambarnya akan standout.

“(Memberi efek cahaya) bisa pakai cat/gel putih untuk membuat bercahaya. Itu membuat gambar makanan tampak menarik. Dalam makanan ada banyak tekstur, perhatikan itu,” ujar Yanita.

Mengenai etika dalam menggambar di lokasi yang mungkin ramai pengunjung, Yanita menyarankan untuk selalu memperhatikan situasi dan tidak mengganggu pengunjung lain. "Kalau tempat kosong boleh (menggambar di tempat), tentu dengan hasil gambar lebih detail. Atau, kalau ramai bisa pakai outline. Atau, tidak pakai warna,” kata Yanita.

Terakhir, Yanita menegaskan pentingnya memberikan narasi saat menyajikan hasil gambar. Untuk penyajian hasil gambar, Anda bisa menambahkan tulisan. “Untuk memperjelas gambar, berikan narasi tentang makanannya bagaimana, di mana, harga, apa yang dirasakan di warung tersebut,” ujar Yanita.

Dengan tips yang berharga ini, Yanita mengatakan bahwa menggambar makanan dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan, sambil menghasilkan karya seni yang menghidupkan cita rasa makanan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement