Senin 11 Sep 2023 15:42 WIB

Nyaris Podium di MotoGP San Marino, Pedrosa Akui Pecco Bagnaia Sulit Disalip

Meski sudah pensiun 5 tahun lalu, nyatanya penampilan Pedrosa masih sangat apik.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto
Pembalap wildcard dari Red Bull KTM, Dani Pedrosa, tampil luar biasa luar biasa pada seri ke-12 race MotoGP San Marino, Misano, Italia, Ahad (10/9/2023).
Foto: EPA-EFE/DANILO DI GIOVANNI
Pembalap wildcard dari Red Bull KTM, Dani Pedrosa, tampil luar biasa luar biasa pada seri ke-12 race MotoGP San Marino, Misano, Italia, Ahad (10/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MISANO -- Meski berstatus sebagai pembalap wildcard dari Red Bull KTM, Dani Pedrosa, kembali menyuguhkan performa luar biasa pada seri ke-12 race MotoGP San Marino, Misano, Italia, Ahad (10/9/2023) kemarin.

Pembalap bertinggi badan 158 centimeter itu berhasil finish di posisi keempat di belakang juara bertahan Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi di posisi kedua, dan hanya terpaut 4.481 detik dengan sang juara Jorge Martin.

Baca Juga

"Saya sangat menikmati balapan ini dan saya mencoba untuk membantu mereka. Secara keseluruhan kami sangat senang," kata Pedrosa menjelaskan dilansir Crash.net, Senin (11/9/2023).

Pedrosa mendapat kesempatan untuk kembali melintas di Sirkuit Misano, Italia. Ini kali kedua rider asal Spanyol mendapat wildcard setelah sebelumnya tampil di MotoGP Jerez. Meski sudah pensiun lima tahun lalu, nyatanya penampilan the Little Spaniard masih sangat apik.

Rider berusia 37 tahun tampil memukau baik di Sprint Race maupun balapan utama. Pedrosa berhasil finis keempat di dua balapan tersebut. Hasil itu lebih baik dari dua rider pabrikan Redbull KTM, Brad Binder dan Jack Miller.

"Saya mengalami kesulitan di lap pertama dengan ban belakang karena tidak mendapatkan suhu yang cukup," sambung Pedrosa.

Pemilik nomor 26 bahkan sempat terlihat mendekati Francesco Bagnaia yang menghuni posisi ketiga. Ia tak menampik berharap bisa tampil di podium, terlebih catatan waktunya lebih cepat dari Pecco. Namun, harapan itu pupus karena harus puas finis keempat.

"Di lap-lap terakhir, Pecco sedikit kesulitan. Saya berkata 'satu dorongan terakhir, cobalah untuk mendekat, dan rencanakan serangan di dua lap terakhir'. Saya berada tepat di belakangnya. Lalu saat dia merasa saya akan datang, dia mengerahkan tenaga terakhirnya dan mampu menahan saya," kata eks rival legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Meski pada akhirnya Pedrosa gagal meraih podium MotoGP pertamanya sejak Valencia 2017 silam. Pembalap yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jenewa, Swiss, itu merasa terhormat akan rasa respect dari rekan-rekannya dan banyak penggemarnya. "Jadi, sangat dekat dengan podium. Tapi ini akhir pekan yang sangat keren. Terima kasih kepada tim, seluruh mekanik, dan fans."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement