Selasa 29 Aug 2023 15:14 WIB

Belanja Live Streaming Naik Daun,Ini Pemicunya

Antusiasme terhadap live streaming sedang tinggi-tingginya.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Belanja live streaming seperti melalui TikTok Shop, Tokopedia Live hingga Shopee Live, sedang meningkat akhir-akhir ini/ilustrasi.
Foto: Dok Pribadi
Belanja live streaming seperti melalui TikTok Shop, Tokopedia Live hingga Shopee Live, sedang meningkat akhir-akhir ini/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Belanja live streaming seperti melalui TikTok Shop, Tokopedia Live hingga Shopee Live, tampak sedang meningkat. Menurut Indah Tanip, Head of Research Populix, sebenarnya definisi dari belanja live streaming masih cukup simpang siur. “Sebab menggunakan platform media sosial tapi di sisi lain jadi social commerce,” kata Indah dalam pertemuan virtual, Selasa (29/8/2023).

Fenomena tersebut terlihat meningkat, kendati belum ada data yang pasti dari Populix. Tetapi, menurut Indah, apabila  melihat informasi yang ada, antusiasme terhadap live streaming sedang tinggi-tingginya. 

Baca Juga

Banyak orang mulai mencoba belanja di live streaming, karena penasaran ingin mencobanya seperti apa. Ketika penjual menunjukan barang jualannya, di situlah ada antusiasme tersendiri.

“Tetapi sustainability-nya sampai kapan? Atau masyarakat cuma pengen tahu aja, ikut-ikutan, fear of missing out (fomo) apakah selanjutnya akan beralih, menambah sarana saja atau tetap setia dengan e-commerce, itu harus dilihat satu sampai dua tahun ke depan,” lanjut Indah. 

Indah mengatakan sarana seperti TikTok Shop, misalnya, menggunakan media sosial. Memang, terlihat ada antusiasme yang berbeda ketika industri ini muncul, apalagi masyarakat yang merasa bosan dalam pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.

Terdapat pergeseran kebiasaan berbelanja, di mana orang yang tadinya mencari promo gratis ongkir, tetapi sekarang, yang penting tidak keluar rumah. E-commerce masih menjadi pilihan utama konsumen mendapatkan barang yang diinginkan, khususnya untuk kategori elektronik, rumah tangga dan kesehatan.

Jadi, untuk live streaming merupakan fenomena baru yang masih perlu dilihat akan berlanjut atau tidak. Sementara e-commerce sudah semakin kuat posisinya. “Viralnya lagi begini tapi belum tahu ke depan. Kalau e-commerce sudah sustain,” kata dia menambahkan. 

Menurut Asosiasi E-commerce Indonesia, saat ini lebih dari setengah ekonomi digital Indonesia didominasi oleh niaga elektronik (e-commerce). Platform e-commerce pun terus mengalami perkembangan menjadi ekosistem yang luas, di mana orang dapat menjelajahi dan memulai berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan mereka, baik primer maupun sekunder. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement