Kamis 24 Aug 2023 17:27 WIB

Hindari Kelakuan Buruk Ini Ketika ke Dokter, Bisa Ganggu Pasien Lain

Ada perilaku yang dapat membuat pengalaman pergi ke dokter menjadi kurang nyaman.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Pasien mengunjungi dokter (ilustrasi). Ada beberapa kelakuan buruk yang sebaiknya dihindari ketika berkunjung ke dokter.
Foto: republika
Pasien mengunjungi dokter (ilustrasi). Ada beberapa kelakuan buruk yang sebaiknya dihindari ketika berkunjung ke dokter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orang tentu menginginkan pengalaman yang baik ketika berkonsultasi dengan dokter di klinik atau rumah sakit. Sayangnya, ada beberapa perilaku yang dapat membuat pengalaman pergi ke dokter menjadi kurang nyaman dan tidak berjalan lancar.

Beberapa ahli etiket mengungkapkan bahwa ada tujuh perilaku yang sebaiknya dihindari saat pergi ke tempat praktik dokter. Alasannya, perilaku-perilaku tersebut bisa mengganggu pengalaman berkonsultasi dengan dokter hingga mengganggu pasien lain. Berikut ini adalah ketujuh perilaku yang perlu dihindari tersebut, seperti dilansir Best Life pada Kamis (24/8/2023):

Baca Juga

1. Datang terlambat

Salah satu bentuk sopan santun terhadap tenaga kesehatan profesional adalah menghargai waktu mereka. Terlebih, sebagian besar dokter memiliki jadwal kerja yang padat dan rumit. Oleh karena itu, pasien sangat dianjurkan untuk datang tepat waktu sesuai dengan janji temu yang telah dibuat sebelumnya.

"Datang telat bisa mengacaukan jadwal mereka dan bisa juga membuat pasien lain harus menunggu lebih lama," ujar pelatih etiket dan pendiri Etiquette Consulting, Jules Hirst.

2. Gunakan parfum menyengat

Aroma parfum yang menyengat atau kuat bisa memperburuk gejala-gejala yang dirasakan oleh orang sakit. Sebagai contoh, memperburuk gejala sakit kepala atau masalah pernapasan.

Tak jarang, aroma yang kuat bisa memicu rasa mual pada orang-orang yang sedang sakit. Selain itu, aroma parfum yang menyengat juga bisa mengganggu kenyamanan pasien lain saat di ruang tunggu.

3. Menelepon dengan suara keras dan lama

Saat berada di ruang tunggu, banyak pasien mungkin akan merasa bosang. Sebagian pasien kerap mengatasi kebosanan tersebut dengan menelepon teman atau keluarga.

Pasien sebaiknya menghindari pembicaraan telepon yang terlalu lama saat di ruang tunggu. Bila harus melakukan pembicaraan telepon ketika berada di ruang tunggu, pasien juga dianjurkan untuk tidak menggunakan suara yang keras. Percakapan telepon yang terlalu lama atau keras bisa mengganggu pasien lain.

Percakapan telepon sebaiknya dilakukan sebelum pergi ke tempat praktik dokter. Alternatif lainnya, percakapan telepon dapat dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. Hindari pula melakukan telepon video karena dapat mengganggu fokus para pegawai dan privasi pasien lain.

4. Makan di area tunggu

Bila memiliki janji konsultasi dengan dokter sesaat sebelum jam makan, tahan diri untuk tidak menyantap makanan di ruang tunggu. Selain itu, jangan pernah membawa makanan dengan aroma menyengat ke tempat praktik dokter. Aroma dari makanan bisa bertahan di area ruang tunggu hingga berjam-jam dan dapat membuat pasien lain merasa mual.

Tentu ada beberapa kondisi yang dapat menjadi pengecualian. Seperti ketika pasien harus membawa cemilan untuk menekan rasa mual. Dalam kondisi ini, pasien dianjurkan untuk memilih cemilan yang sederhana dan tidak berbau, seperti roti atau pisang.

5. Berkonsultasi tanpa persiapan

Sebelum bertemu dengan dokter, sebaiknya persiapkan sejumlah pertanyaan yang ingin diajukan. Pertanyaan ini bisa seputar kekhawatiran yang dimiliki, penyakit yang diderita, hingga obat-obatan yang dikonsumsi.

Mempersiapkan pertanyaan bisa sangat membantu, karena pikiran pasien sering kali menjadi blank ketika bertemu dokter. Dengan membuat daftar pertanyaan, pasien pun dapat memperoleh informasi yang lebih banyak dari dokter.

6. Berasumsi tak membawa penyakit menular

Saat ini sebagian tempat praktik dokter sudah mulai melonggarkan aturan terkait penggunaan masker atau jaga jarak sosial. Meski begitu, ada baiknya pasien tetap menggunakan masker dan menjaga jarak saat berkunjung ke tempat praktik dokter.

Bila pasien mengidap penyakit menular, penggunaan masker dan jaga jarak bisa melindungi pasien lain dari risiko tertular. Bila pasien tidak mengidap penyakit menular, penggunaan masker dan jaga jarak bisa melindungi diri mereka sendiri dari risiko penularan penyakit oleh pasien lain.

Selain memakai masker dan menjaga jarak, pasien yang mengunjungi tempat praktik dokter juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan tangan. Hal lain yang dianjurkan adalah menggunakan siku bagian dalam bila bersin.

7. Menatap lama pasien lain

Ruang tunggu merupakan tempat berbagai macam pasien berkumpul sebelum bertemu dengan dokter. Terkadang, sebagian pasien mungkin sedang dalam kondisi yang sangat tidak baik. Tahan diri untuk tidak menatap pasien-pasien dalam kondisi seperti ini karena bisa memunculkan rasa tidak nyaman bagi pasien tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement