Senin 24 Jul 2023 22:03 WIB

Gara-Gara Ngevape, Empat Masalah Ini Bisa Mengusik Gigi dan Mulut

Kebiasaan ngevape dapat merusak kesehatan gigi dan mulut.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Vape (ilustrasi). Vape dapat merusak kesehatan gigi dan mulut.
Foto: www.freepik.com
Vape (ilustrasi). Vape dapat merusak kesehatan gigi dan mulut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika pertama kali tersedia secara luas, rokok elektrik diharapkan akan memberikan alternatif yang lebih sehat dari rokok konvensional. Meskipun mungkin tidak menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti tembakau, ada kekhawatiran tentang masalah lain yang terkait dengan vaping.

Seorang ahli ortodonti memperingatkan bahwa kebiasaan itu bisa berdampak negatif pada mulut dan gigi. Dokter gigi Khaled Kasem, kepala ortodontis di Impress di Inggris, memperingatkan empat masalah yang bisa disebabkan oleh vaping.

Baca Juga

1. Mulut kering

Drg Kasem mengatakan vape mengandung banyak bahan kimia, seperti propilen glikol. Dia menjelaskan bahan kimia ini, jika dikonsumsi, dapat menyebabkan mulut kering, karena mengurangi produksi air liur.

"Air liur sangat penting untuk menetralkan asam yang ada di gigi. Mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan akan meningkatkan risiko gigi berlubang," jelas drg Kasem, seperti dilansir laman Express, Senin (24/7/2023).

Menurut drg Kasem, jika tidak dirawat dengan benar, ini dapat menyebabkan kerusakan gigi. Dalam beberapa kasus, kebiasaan vaping juga dapat membuat orang kehilangan gigi.

2. Penyakit gusi

Mengekspos gusi ke uap yang panas dan mengering dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko penyakit gusi. Drg Kasem mengatakan gejala umum penyakit gusi adalah pendarahan, pembengkakan gusi, dan dalam beberapa kasus, kehilangan gigi.

"Namun, nikotin membatasi aliran darah, sehingga tanda-tanda awal penyakit gusi sering tidak diperhatikan di antara mereka yang ngevape, yang berarti risiko mengembangkan kasus penyakit gusi yang jauh lebih parah jauh lebih tinggi pada mereka yang ngevape daripada mereka yang tidak melakukannya."

3. Gigi gemeretak

Drg Kasem menjelaskan nikotin adalah stimulan yang sering menyebabkan gigi bergemeretak, juga dikenal sebagai bruxism.

"Mereka yang sering menggertakkan dan membuat terlalu banyak tekanan pada giginya, lebih sering daripada tidak, akan mengalami gangguan rahang, sakit kepala, gigi rata atau retak, sensitivitas gigi meningkat dan bahkan kehilangan gigi dalam beberapa kasus."

4. Merusak email gigi

Drg Kasem menjelaskan fungsi utama enamel gigi adalah untuk melindungi gigi dari segala kerusakan. Banyak vape beraroma mengandung pemanis dan bisa sangat asam.

"Itu yang dapat melemahkan enamel pada gigi," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement