Ahad 14 May 2023 19:08 WIB

Khawatir Mesum, Penghuni Apartemen Bogor Valley Tolak Pasangan Bukan Suami Istri

Penghuni Bogor Valley resah apartemen jadi tempat mesum atau prostitusi.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Prostitusi.
Foto: Republika/Mardiah
(ILUSTRASI) Prostitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Penghuni Apartemen Bogor Valley di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, merasa resah dengan pasangan mesum atau praktik prostitusi di unit yang disewakan harian. Karena itu, pemeriksaan terhadap tamu dilakukan secara ketat dan yang bukan pasangan suami istri ditolak masuk.

Ketua Pengawas Apartemen Bogor Valley, Andi Bachrom Razak, mengatakan, aksi penolakan terhadap tamu bukan pasangan suami istri ini sudah dilakukan sejak tiga hari lalu.

Pada Sabtu (13/5/2023) malam, penghuni apartemen membatasi akses masuk. “Tadi malam puncaknya kita tutup semua akses, jadi hanya bisa masuk satu akses,” kata dia kepada wartawan, Ahad (14/5/2023).

Menurut Andi, pengunjung yang akan masuk diperiksa terlebih dahulu. Bagi pasangan yang bukan suami istri, kata dia, ditolak.

“Banyak, kita usir, jadi mereka tidak bisa masuk. Pokoknya mau masuk kita tanya KTP, suami istri bukan? Kalau bukan, enggak bisa masuk’,” kata Andi.

Andi mengatakan, bagi tamu muda-mudi juga sampai dilakukan konfirmasi langsung kepada orang tua yang bersangkutan. “Saya sampai jam 03.30 WIB di situ, sampai suasananya betul-betul sepi. Ada banyak pasangan (ditolak), puluhan,” ujar dia.

Menurut Andi, para penghuni Apartemen Bogor Valley juga ingin memberantas para pemilik unit yang tidak bertanggung jawab dengan menyewakan unit secara harian atau per jam. Di mana harga unit yang disewakan secara harian ini sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per jam. 

“Anak-anak ABG mampu sewa itu (unit apartemen). Jadi, penghuni seperti saya ini terganggu,” kata Andi.

Karenanya, Andi mengatakan, ke depan para penghuni apartemen akan terus melakukan razia dan menghalau tamu yang diduga hendak mesum atau praktik prostitusi agar tidak bisa masuk ke area Bogor Valley.

“Dengan sendirinya akan pergi. Kita juga minta dukungan kepolisian supaya biar cepat begitu,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement