Ngantuk Setelah Buka Puasa? Lebih Baik Jangan Langsung Tidur, Ini Efeknya Bagi Kesehatan

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti

Jumat 14 Apr 2023 04:05 WIB

Seseorang mengalami refluks asam (ilustrasi). Tidur setelah berbuka puasa dapat menyebabkan masalah refluks asam. Foto: Mgrol100 Seseorang mengalami refluks asam (ilustrasi). Tidur setelah berbuka puasa dapat menyebabkan masalah refluks asam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merasa ngantuk setelah berbuka puasa? Meski sekilas terasa menggoda, Anda lebih baik tidak tidur setelah perut kenyang seusai berbuka puasa.

Spesialis penyakit dalam dan gastroenterologi dr Mehmet Sait Bugdaci memperingatkan bahwa tidur segera setelah berbuka puasa dapat menyebabkan masalah refluks asam. Refluks asam didefinisikan sebagai refluks isi lambung ke kerongkongan akibat katup longgar di pintu masuk lambung.

Baca Juga

Dilansir laman Daily Sabah pada Kamis (13/4/2023), kondisi ini menyebabkan iritasi pada kerongkongan, di mana asam dan makanan dari lambung naik sehingga menimbulkan rasa panas di dada. Isi perut keluar ke tenggorokan juga bisa disebabkan oleh makan terlalu banyak dan terlalu cepat saat berbuka puasa setelah lama lapar pada bulan Ramadhan. 

Makan berlebihan serta mengonsumsi makanan berlemak, pedas, dan gorengan adalah salah satu faktor pemicu dan memperburuk refluks. Selain itu, penyebab refluks lainnya adalah tidur singkat 10 hingga 15 menit tepat setelah berbuka puasa.

Dr Bugdaci pertama kali menunjukkan bahwa puasa memiliki banyak efek positif pada kesehatan. Penelitian ilmiah yang dilakukan di luar negeri menunjukkan puasa intermiten memperpanjang hidup manusia dan orang sekarang mempraktikkan puasa intermiten secara sukarela.

Selanjutnya, pasien puasa dengan masalah sistem pencernaan lebih sering mencari anjuran medis selama Ramadhan. Dr Bugdaci mencatat bahwa mereka kebanyakan mengalami keluhan terkait gastritis dan pasien yang kesulitan menoleransi proses puasa karena mulas, mual, dan gas di perut mereka.

Dia menekankan refluks adalah salah satu keluhan penting yang mereka temui selama Ramadhan. Dr Bugdaci menyarankan pasien dengan keluhan refluks untuk mempersiapkan diri sebelum Ramadhan.

Proses ini dapat ditoleransi dengan mengonsumsi obat-obatan saat sahur dan berbuka puasa selama Ramadhan. Dia mengatakan, obat-obatan penurun asam lambung dapat digunakan.

"Pengurangan makanan berserat perlu dilakukan selama periode ini karena mereka melepaskan lebih banyak asam. Ini menyebabkan lebih banyak kerusakan,” kata dr Bugdaci.

Selain itu, dia juga menyatakan bahwa makan berlebihan setelah lama kelaparan (puasa) menyebabkan kantuk. Dr Bugdaci menyarankan untuk duduk di tempat yang cukup terang daripada lingkungan yang redup untuk mengurangi rasa kantuk. Dia menyarankan bahwa pasien memiliki masalah sistem pencernaan harus berkonsultasi dengan spesialis.

 

Terpopuler