Jumat 07 Apr 2023 23:06 WIB

RS Salak Pastikan tidak Ada Korban Jiwa Akibat Kebakaran

Kebakaran terjadi di RS Salak, Bogor, yang diduga akibat korsleting listrik.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Nora Azizah
Kebakaran terjadi di RS Salak, Bogor, yang diduga akibat korsleting listrik (Foto: ilustrasi)
Foto: Dok Pemkot Jakpus
Kebakaran terjadi di RS Salak, Bogor, yang diduga akibat korsleting listrik (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kepala Rumah Sakit Tingkat 3 Salak Bogor, Letkol CKM Nani Priwaningsih, memastikan tidak ada pasien maupun petugas rumah sakit yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran pada Jumat (7/4/2023) siang. Sebab, tidak ada pasien yang dirawat di gedung yang terdampak kebakaran.

Nani menyebutkan, gedung yang terbakar ialah Markas Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 03.04.01 Kota Bogor, farmasi atau apotek, dan ruang medical check up. Sehingga ia menegaskan, dalam kejadian ini korban jiwa nihil atau tidak ada.

Baca Juga

“Adapun rumah sakit dengan denkes bersebelahan, sehingga ada bagian salah satu ruang farmasi rumah sakit terdampak. Tidak ada pasien yg dirawat di situ dan pada saat ini aman,” kata Nani, Jumat (7/4/2023).

Di samping itu, Nani menyatakan, semua aspek rumah sakit dapat terlaksana dengan baik. Mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), ruang perawatan anak, bayi, orang tua, ibu hamil, dan kamar operasi seluruhnya dalam keadaan aman. Mengingat ruangan tersebut berbeda sisi dengan Markas Denkesyah yang terbakar itu.

Selain itu, sambung dia, pada libur Jumat Agung 7 April 2023, tidak ada petugas yang bertugas. Sehingga dipastikan petugas pun aman dan tidak ada yang terdampak kebakaran.

Dari laporan yang diterimanya, api berasal dari titik bangunan lama yang ada di Markas Denkesyah. “Itu strukturnya juga sudah tua dan aliran listrik sedang kita lihat,” jelasnya.

Usai kebakaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiagakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Termasuk salah satunya, kata Nani, yakni di bagian farmasi atau obat-obatan yang gedungnya terbakar.

“Namun ruang perawatan aman karena berbeda lokasi dan untuk ruang pelayanan juga aman. Ruang operasi pun aman, IGD juga aman,” jelasnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menambahkan Pemkot Bogor telah menurunkan perbantuan dari Dinkes Kota Bogor untuk bersiaga. Apabila dikhawatirkan ada pelayanan rumah sakit yang terganggu.

“Atensi kita pasien, karena (ruang perawatan) agak jauh dan tidak terlalu banyak orang jadi dilaporkan nggak ada korban jiwa. Kita pastikan api betul-betul mati dan stok air cukup,” jelas Bima Arya.

Sebelumnya, diberitakan kebakaran melanda Rumah Sakit Salak di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Diperkirakan api diakibatkan oleh korsleting listrik di sekitar ruangan medical check up.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement