Rabu 15 Feb 2023 15:21 WIB

Nikah di KUA Jadi Tren, Menag: Bukti Keberhasilan KUA Berikan Layanan Publik

Menikah di KUA menjadi tren menjadi bukti layanan KUA terus membaik.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Foto: Dok. Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik tren nikah di KUA yang sedang ramai diperbicangkan anak muda di media sosial. Hal itu disampaikan Menag dalam Rakernas Ditjen Bimas Islam, yang digelar di Ancol, Selasa (14/2/2023).

Menag mengatakan, tren nikah di KUA menjadi bukti keberhasilan Kantor Urusan Agama dalam memberi layanan publik yang diminati anak-anak muda. Hal itu, imbuhnya, membuktikan bahwa layanan KUA terus membaik. 

Baca Juga

"Anak-anak muda banyak menikah di KUA. Itu (perkembangan yang) sangat luar biasa. Tren yang tengah berkembang dengan banyaknya postingan menikah di KUA menunjukkan bahwa layanan KUA sudah berubah," katanya.

Menag mengingatkan, jumlah anak muda di Indonesia mencapai 53 persen dari total populasi. Ia berharap, Kemenag mampu menjangkau mereka. 

"Saya mengingatkan, bahwa kita semua harus mampu merespon kondisi aktual anak muda yang membutuhkan perlakuan khusus. Struktur program dan strategi harus disusun sehingga bisa menjangkau 53 persen populasi tersebut," pesannya.

Menag berharap, tren nikah di KUA juga menjadi pemantik bagi program layanan lainnya agar terus mendapat perhatian generasi muda. "Tantangan kita, program yang ditawarkan harus mampu menarik anak-anak muda yang jumlahnya banyak. KUA sudah mulai berbenah dengan viralnya nikah di KUA. Yang lain juga harus, misalnya, program pemberdayaan masjid atau kampung zakat," jelasnya.

Seperti diketahui, generasi milenial dan generasi Z belakangan meramaikan lini masa media sosial dengan berbagi momen pernikahan mereka di KUA. Hal tersebut mendapat sambutan positif warganet. 

Melalui gelaran akad nikah di KUA dengan tarif nol rupiah pada hari dan jam kerja, generasi milenial dan generasi Z berpendapat biaya menggelar pesta pernikahan yang terbilang besar bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement