Jumat 19 Aug 2022 22:35 WIB

Gus Muwafiq Ajak Masyarakat Jadikan Agama Landasan Persatuan

Para pendiri bangsa tidak mudah dalam membentuk konsep NKRI.

Gus Muwafiq
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Gus Muwafiq

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kiai Haji Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengajak masyarakat agar menjadikan agama yang ada di Indonesia sebagai landasan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Para pendiri bangsa tidak mudah dalam membentuk konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia, makanya agama dijadikan landasan persatuan. Konsepnya dijaga betul, bahkan bila perlu dibiayai untuk membangun persatuan," katanya saat menyampaikan tausiah pada Pengajian Peringatan Muharam 1444 Hijriah/2022 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga

Menurut dia, tanggung jawab menjaga persatuan harus dimiliki bangsa Indonesia dan agama jangan dijadikan alat pencabik persatuan.

"Kebaikan manusia yang dicita-citakan akan habis, kebaikan agama budaya dan peradaban juga akan hilang, kalau tidak tercipta perdamaian, tidak ada keamanan bangsa dan negara. Itu kuncinya," ujarnya.

Gus Muwafiq mencontohkan adanya halalbihalal setelah perayaan Idul Fitri yang dilakukan oleh hampir seluruh komponen masyarakat agar orang tetap bersatu setelah menjalankan ibadah puasa.

"Itu biaya, manggil sound biaya, makan biaya, tenda biaya, tapi demi persatuan, dibiayai bahkan pergi haji dibiayai dengan walimatul syafar, kumpul semua. Makanya santri itu kalau pun gak masak tetap makan karena dibiayai. Itu bukti dan tidak ditemukan di negara lain," kata Gus Muwafiq yang membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertawa.

Orang yang tidak suka dengan konsep persatuan di Indonesia, kata Gus Muwafiq, mereka akan menjadi penyebab perpecahan.

"Ini kehidupan persatuan dalam agama. Jadi jangan agama menjadi alat pemecah belah persatuan," tegasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ditemui usai acara mengatakan jika tausiah Gus Muwafiq adalah gambaran besar kekhasan Indonesia yang punya ragam cara untuk bersatu.

"Tentu dengan kulturnya, dengan nilai-nilainya, dan itu dibiayai tanpa sadar. Orang mau pengajian, datang berbondong-bondong, maka kemudian menggerakkan semuanya," ujarnya.

Selain itu, kekuatan masyarakat dengan adat dan budayanya masing-masing menjadi fondasi dalam menjaga persatuan.

Ganjarmenegaskanharus ada yang menginisiasi terus menerus, tidak pernah berhenti dan saling mengingatkan.

"Di situlah kemudian orang akan saling memahami, mengerti, untuk tidak menyakiti. Itu nilai persatuan yang menurut saya secara kultural tadi beliau sampaikan bagus banget," kata Ganjar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement