Senin 08 Aug 2022 12:52 WIB

Perkumpulan Kader Bangsa Berangkatkan 15 Pimpinan Muda ke Australia

Ada Dirgayuza, Gamal Albinsaid, hingga Fahd Pahdepie terpilih berangkat ke Australia.

Sebanyak 15 pimpinan muda yang terpilih dalam program Indonesian Young Leaders Exchange Program (IYLEP) pada 7-14 Agustus 2022.
Foto: Istimewa
Sebanyak 15 pimpinan muda yang terpilih dalam program Indonesian Young Leaders Exchange Program (IYLEP) pada 7-14 Agustus 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkumpulan Kader Bangsa meluncurkan kembali program Indonesian Young Leaders Exchange Program (IYLEP) pada 7-14 Agustus 2022. Pada batch tiga ini, sebanyak 15 pemimpin muda Indonesia dari berbagai latarbelakang akan belajar tentang kepemimpinan, sosial ekonomi, sosial budaya, dan pengelolaan komunitas di Canberra dan Sydney, Australia.

Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho, mengatakan, para pemimpin muda terpilih itu diberikan penguatan kapasitas, pengalaman, dan jejaring untuk mampu semakin memperkuat kinerja dan aktivitasnya dalam melayani publik serta membantu masyarakat.

"IYLEP memberikan kesempatan bagi para pemimpin muda Indonesia memperluas jaringan dan belajar di bidang sosial ekonomi, penguatan komunitas, ekraf (ekonomi kreatif), budaya, bahkan sosial politik di negara-negara sahabat," kata Dimas dalam siaran pers di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Baca: KSAL Australia yang Baru Langsung Kunjungi Indonesia Bertemu Laksama Yudo Margono

Sebaliknya, Indonesia seringkali menjadi inspirasi dan contoh bagi negara sahabat tersebut untuk didengar. Dimas percaya, melalui pemimpin muda dengan pengalamannya di masyarakat, kedua negara sahabat Indonesia-Australia bisa saling belajar dan meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara.

Selama program berlangsung, kegiatan dilakukan dengan metode kelas dan audiensi guna wawasan, kapasitas juga integritas para pemimpin muda nasional. Menurut Dimas, Indonesia adalah negara besar, baik di kawasan maupun di dunia.

"Untuk itu para calon-calon pemimpinnya, dari tingkat komunitas, lokal sampai nasionalnya, harus memiliki visi strategis dan luas dalam memajukan negara bangsanya di tengah pergaulan dan kontestasi global," terang Dimas.

Dimas menerangkan, para peserta akan menjalani kegiatan di Canberra dan Sydney. Canbera merupakan ibu kota negara yang relatif baru dibangun oleh Australia sehingga bisa menjadi contoh pembangunan ibu kota negara (IKN). Selanjutnya program dijalankan di Sydney yang merupakan kota bisnis besar sebagaimana Jakarta.

Mereka yang terpilih dalam program IYLEP adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, anggota Fraksi Golkar DPR Putri Anetta Komaruddin, anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah, politikus Partai Gerindra Dirgayuza, Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan Gamal Albinsaid, Ketua DPP Partai Nasdem Kevin Valentino, serta Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Reno Ranggi Konconegoro.

Dari media, pimpinan media ada dua, yaitu Wisnu Nugroho dan Revolusi Reza. Yang lainnya adalah Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri, Direktur Eksekutif Amanat Institute Fahd Pahdepie, Ketua KNPI Kota Bandung Edwin Khadafi, akademisi muda Gracia Paramitha, dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin. Terakhir, Direktur Komunikasi Yayasan BASABali Wiki Ni Nyoman Clara Listya Dewi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement