Kamis 07 Jul 2022 16:35 WIB

Kemenkeu Ajak Warga Kawal Pemanfaatan Dana BOS di NTT

Ini untuk memastikan pemanfaatan dana BOS untuk kemajuan pendidikan di NTT.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Sejumlah pelajar berada di ruang kelas sekolah darurat di SDN Onitua, Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT (13/8/2019). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengawal pemanfaatan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2022 yang telah disalurkan sebesar Rp 481,8 miliar di provinsi itu.
Foto: Antara/Kornelis Kaha
Sejumlah pelajar berada di ruang kelas sekolah darurat di SDN Onitua, Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT (13/8/2019). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengawal pemanfaatan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2022 yang telah disalurkan sebesar Rp 481,8 miliar di provinsi itu.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengawal pemanfaatan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2022 yang telah disalurkan sebesar Rp 481,8 miliar di provinsi itu.

"Dana BOS yang cukup besar ini perlu dikawal bersama untuk memastikan agar pemanfaatannya tepat sasaran untuk kemajuan pendidikan di NTT," kata Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT Kementerian Keuangan, Catur Ariyanto Widodo dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga

Pihaknya mencatat realisasi penyaluran dana BOS 2022 hingga Juni mencapai Rp 481,87 miliar atau 29,9 persen dari total alokasi sebesar Rp 1,6 triliun. Berdasarkan jenjang pendidikan, kata dia, penyaluran terbesar adalah untuk SD, yakni sebesar Rp 199,14 miliar untuk 5.099 sekolah. Selanjutnya, jenjang SMP sebesar Rp 126,11 miliar untuk 1.751 sekolah, SMA sebesar Rp 100,70 miliar untuk 573 sekolah, SMK Rp 52,10 miliar untuk 307 sekolah, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) sebesar Rp 3,82 miliar untuk 38 sekolah.

Nilai penyaluran untuk sekolah negeri sebesar Rp324,6 miliar, sedangkan sekolah swasta sebesar Rp157,2 miliar. Sementara itu, menurut daerah sasaran, penyaluran BOS terbesar adalah di Kabupaten Timor Tengah Selatan, yaitu Rp 39,41 miliar untuk 114.545 siswa.

Ia mengatakan dana BOS merupakan salah satu instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menunjang pembangunan sektor pendidikan di daerah, termasuk di NTT. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus dikawal bersama untuk memastikan agar tepat sasaran untuk memajukan sektor pendidikan di NTT.

"Kita berharap dengan dukungan dana BOS ini, sektor pendidikan di NTT terus bertumbuh, terutama kualitas pendidikan bisa semakin baik dari waktu ke waktu," kata Catur.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement