Rabu 30 Sep 2020 17:21 WIB

Saksi Ungkap Kekejaman PKI ke Keluarga Jenderal Nasution

Alpiah menceritakan saat Ade Irma Nasution tertembak dan dibawa ke rumah sakit.

Oma Alphia Makasebape, pengasuh Ade Irma Suryani Nasution.
Foto: Dok
Oma Alphia Makasebape, pengasuh Ade Irma Suryani Nasution.

REPUBLIKA.CO.ID, SANGIHE -- Alpiah Makasebape (84 tahun), warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara merupakan saksi sejarah pemberontakan G-30-S/PKI di rumah keluarga Jenderal Nasution-Gondokusumo. Ia menyaksikan penyerangan yang membuat Ade Irma tertembak.

"Saya menyaksikan langsung penyerangan terhadap keluarga Jenderal A.H. Nasution yang mengakibatkan Ade Irma Suryani Nasution tertembak," kata Alpiah Makasebape di Tahuna, Rabu.

Baca Juga

Menurut perempuan yang lahir di Kampung Hesang Tamako, 25 Desember 1936, ia menjadi perawat keluarga Jenderal A.H. Nasution sejak 1960 sampai dengan 1967. "Saya bekerja di rumah keluarga Nasution-Gondokusumo selama 7 tahun sebagai perawat. Mereka sangat baik dan sayang kepada saya," kata Alpiah Makasebape.

Istri dari Bernar Mudingkase asal Bungalawang kecamatan Tabukan Tengah tersebut menceritakan tragedi penyerangan 30 September 1965 kepada Jenderal A.H. Nasution. "Ketika Ade Irma Nasution tertembak dan akan dibawa ke rumah sakit, dia masih dalam kondisi hidup. Saya bersama Ibu dan dua orang lainnya yang membawa ke rumah sakit," katanya mengisahkan.

Saat kejadian, kata Alpiah, Kapten Pierre keluar dengan kaus abu-abu dan celana tentara menemui orang-orang yang jahat itu. Lalu mereka menanyakan di mana Nasution.

"Orang jahat itu bertanya kepada Pierre, 'Di mana Nasution?' Namun, Pierre menjawab bahwa dialah Nasution, lalu mereka membawanya. Pada saat iru, Bapak Nasution disuruh lari dan bersembunyi. Namun, Bapak tertembak kakinya," tutur Alpiah.

Saat ini, Alpiah Makasebape masih menyimpan beberapa dokumen serta barang pribadi milik keluarga Nasution-Gondokusumo sebagai kenang-kenangan.

"Saya masih menyimpan foto keluarga Jenderal Nasution serta foto dirinya saat menggendong Ade Irma Suryani Nasution yang saat itu baru berusia 3 bulan sebagai kenang-kenangan karena sudah mengabdi di keluarga Nasution-Gondokusumo sejak 1960 sampai dengan 1967," kata Alpiah Makasebape.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement