Ahad 16 Aug 2020 22:28 WIB

Macet Total, Jalur Cipanas-Puncak Ditutup

Antrean menuju puncak sudah terlihat sejak sore.

Sejumlah wisatawan keluar dari kendaraanya menunggu kemacetan reda akibat buka tutup jalan Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (16/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik dan Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah wisatawan keluar dari kendaraanya menunggu kemacetan reda akibat buka tutup jalan Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (16/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik dan Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Polres Cianjur, Jawa Barat, menutup jalur menuju Cipanas-Puncak akibat macet total yang terjadi di Jalur Puncak-Bogor, sejak sore hingga malam. Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Meilawati saat dihubungi, Ahad, mengatakan antrean panjang sudah terlihat sejak sore. Namun kendaraan masih dapat melaju meskipun tersendat. Hingga malam , antrean terus memanjang dengan laju kendaraan terhenti selama beberapa menit, sehingga menyebabkan macet total.

"Penutupan jalur dilakukan sebagai upaya antisipasi macet total parah di Jalur Puncak karena volume kendaraan menuju Puncak-Bogor meningkat tajam dan antrean sudah terjadi di wilayah hukum Polres Bogor. Penutupan sudah dilakukan sejak sore," katanya.

Baca Juga

Selama jalur menuju Cipanas-Puncak ditutup pihaknya mengarahkan pengendara dengan tujuan Bogor dan Jakarta untuk mengunakan jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi, hingga macet total di jalur Puncak kembali normal. "Kami akan kembali membuka jalur setelah antrean di Puncak mencair," katanya.

Sementara itu ratusan kendaraan bernopol Jabodetabek yang terjebak selama enam jam di Jalur Cipanas-Puncak, memilih untuk memarkir kendaraanya di sejumlah tempat peristirahatan yang banyak terdapat disepanjang jalur tersebut.

Sebagian besar pengemudi memilih beristirahat meskipun satu jalur sudah diberlakukan mulai dari depan Istana Cipanas, namun belum dapat mencairkan antrean.

"Sudah hampir enam jam, kami terjebak di jalur Cipanas, kami hendak pulang ke Jakarta setelah berlibur. Kami tidak menyangka akan terjebak selama ini, biasanya kalau sudah sistem satu arah jalur kembali normal," kata Adit pengendara asal Jakarta Pusat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement