Ahad 30 Oct 2022 21:55 WIB

Baru Beroperasi, Bisnis Sambal Bakar Ini Disuntik Modal 1 Juta Dolar AS

Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas pengembangan produk dan SDM

PT Sambal Bakar Indonesia. Meski baru resmi beroperasi, pengelola brand Sambal Bakar Indonesia berhasil meraih pendanaan awal atau pre-seed funding senilai US$ 1 juta atau setara dengan Rp 15 miliar.
Foto: istimewa
PT Sambal Bakar Indonesia. Meski baru resmi beroperasi, pengelola brand Sambal Bakar Indonesia berhasil meraih pendanaan awal atau pre-seed funding senilai US$ 1 juta atau setara dengan Rp 15 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Bisnis kuliner memang menjadi salah satu investasi menarik di Tanah Air. Hal itu tampak dari terus bertambahnya beragam gerai kuliner di Tanah Air. Salah satunya yang tampil menjadi pendatang baru adalah PT Sambal Bakar Indonesia.

Meski baru resmi beroperasi, pengelola brand Sambal Bakar Indonesia berhasil meraih pendanaan awal atau pre-seed funding senilai US$ 1 juta atau setara dengan Rp 15 miliar. Bisnis Sambal Bakar ini hadir berkat permintaan para followers TikTok dari selebgram bernama Benjamin Master Adhisurya atau biasa disapa Iben Ma, sang pemilik. Bisnis rumah makan ini baru dibuka pada Juli 2022 dan saat ini akun Instagram-nya sudah diikuti lebih dari 118.000 orang.

Baca Juga

Restoran khas Indonesia ini juga terhitung menjadi rumah makan unik pertama yang mendapatkan pendanaan awal US$ 1 juta dari investor private investment. Pendanaan pre-seed ini biasa diartikan sebagai tahap pendanaan awal startup.

Iben Ma mengatakan, pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas pengembangan produk, layanan, serta basis pelanggan. Dana ini juga akan dialokasikan untuk pengembangan SDM berkualitas dan peningkatan daya saing di pasar.

 

Strategi jangka pendek akan dilakukan dengan memperluas layanan dan mengembangkan bisnis secara terstruktur dan masif di area Jabodetabek dengan membuka 8 outlet tahun ini dan 30 outlet di tahun depan. Untuk jangka panjang, perusahaan akan menghadirkan produk khas Indonesia yang baru, unik, menarik, dan autentik ke para pelanggan.

"Kami juga akan menghadirkan produk dalam kemasan yang dapat ditemukan pada minimarket di seluruh Indonesia agar konsumen dapat lebih mudah menikmati produk dari brand Sambal Bakar serta perluasan bisnis di seluruh Indonesia dan mancanegara." kata Iben Ma, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (29/10/2022).

Sebelum mendapatkan pendanaan awal ini, dia menjelaskan bahwa selama ini perusahaan mengandalkan strategi bootstrapping atau ekspansi dengan memanfaatkan modal dari satu pihak, baik itu pendiri (founder) maupun pemilik (owner) untuk membuka produk dan layanan pertama.

Meski produk yang dihadirkan ada kalanya dipandang sebelah mata karena perusahaan hanya menjual makanan khas Indonesia, namun nyatanya produk yang dihadirkan memang menjadi kultur yang tak bisa lepas dari masyarakat Indonesia, yaitu sambal dan lauk khasnya. "Berbeda dari yang lain, sambal kami mempunyai keunikan sendiri dengan cara dibakar, selain itu Brand Sambal Bakar lahir dari konsep yang diinginkan oleh masyarakat dengan tagar #IbenBikinRestoran yang telah ditonton lebih dari 80 juta kali pada akun tiktok," katanya.

Ini membuat brand mempunyai komunikasi 2 arah dengan konsumen atau dengan kata lain selalu mendengarkan konsumennya. Konsep ini jarang diterapkan sebuah brand, bahkan brand market leader sekalipun. Setiap harinya kami melayani kurang lebih 1.200 pengunjung dan lebih dari 10.000 kilogram cabai yang telah diolah.

Sambal bakar dinilai mempunyai daya tarik tersendiri karena menunya yang bervariasi dan harga yang sangat ramah di kantong. Keunikan sambal bakar ini adalah pengunjung bisa langsung menikmati hidangan di atas cobek yang sebelumnya dibakar di kompor. Sambal bakar juga menjual berbagai macam lauk pauk, tak hanya ayam, tersedia juga ikan gurame, cumi, iga bakar, paru, kulit, usus, kikil, dan masih banyak lagi.

Iben Ma menjelaskan, perseroan akan membagi dua target yakni jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek, periode di bawah 3 tahun, yakni target pembukaan outlet sebanyak 150 outlet di seluruh Indonesia. Tujuan jangka panjang, di atas 10 tahun, yakni membidik target 500 outlet di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement